Ini Alasan Dua Karyawan PT Timah Tbk Nekat Curi ‘Tetesan’ Logam Timah

Chairul Aprizal    •    Rabu, 22 Januari 2020 | 11:21 WIB
Lokal
Barang bukti tetesan logam timah yang dicuri oleh dua karyawan PT Timah  Tbk.(ist)
Barang bukti tetesan logam timah yang dicuri oleh dua karyawan PT Timah Tbk.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com --  Beberapa hari lalu, aparat Polres Bangka Barat berhasil mengamankan dua orang karyawan PT Timah Tbk yang kedapatan mencuri tetesan timah logam.

Baca Juga: Dua Karyawan PT Timah Tbk Tertangkap Curi ‘Tetesan’ Timah

Dua orang tersebut masing-masing AD (30) warga jalan Raya Air Ruai Kelurahan Karya Makmur Kecamatan Pemali dan Fi (37) warga Jalan Batin Tikal RT.003 Kelurahan Karya Makmur Kecamatan Pemali. Keduanya bekerja di Unit Metalurgi (Unmet) Muntok PT Timah Tbk.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Adri Eko Setiawan SH SIK, kedua karyawan PT Timah Tbk yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut mengaku memiliki beban hidup sehingga nekat mencuri logam timah. Gaji yang diterima diatas UMP ternyata tidak mampu melepaskn mereka dari jeratan utang.

"Intinya kedua pelaku melakukan perbuatan tersebut karena terlilit hutang," tegas AKP Adri Eko Setiawan kepada wowbabel, Selasa (21/01/2020).

AKP Adri mengungkapkan kedua tersangka mengaku memiliki utang lantaran untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya.

"Itu berdasakan pengakuan mereka, utang kebutuhan rumah tangga," imbuh AKP Adri.

Saat ini belum ada tersangka lainnya, namun ini bukan kali pertama terjadi karyawan PT Timah  Tbk mencuri di 'rumahnya' sendiri.

"Sementara ini baru bisa dua tersangka, Iya sudah karyawan," kata AKP Adri.

Kedua karyawan timah tersebut diketahui bekerja di Bagian Tanur  Unmet Muntok.

"Kerja bagian tanur mereka.  Dijerat dengan pidana penjara maksimal lima tahun, tidak ada denda," tutur AKP Adri.

Sementara itu Kabid Ketenagakerjaan Kabupaten Bangka Barat, Hairullah mengungkapkan gaji pokok pegawai BUMN pastinya berada diatas UMP Bangka Belitung dan mengikuti aturan Menteri BUMN.

"Gaji mereka sudah UMP, mereka itu kan gajinya setiap UMP naik gajinya naik juga, jadi bisa diatas UMP. Belum tambahan tunjangan itu tunjangan ini" ungkap Hairullah, Rabu (22/01/2020).

"Kalau gaji untuk karyawan BUMN seperti itukan tetap aturannya mengacu kepada Menteri BUMN. Sementara itu UMP kita untuk tahun 2020 ini sebesar Rp 3,2 juta,” tukas Hairullah.(rul/wb)

Halaman