Pilkada 2020 Bangka Barat Kuras Dana APBD Sebesar Rp 25 M

Chairul Aprizal    •    Kamis, 23 Januari 2020 | 11:13 WIB
Lokal
Kepala BPKAD Bangka Barat, Abimanyu.(rul/wb)
Kepala BPKAD Bangka Barat, Abimanyu.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangka Barat mengungkapkan untuk pelaksanaan Pilkada Bangka Barat 2020 akan menguras dana APBD sebesar 2,4 persen.

"Untuk Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah-red) dianggarkan untuk KPU kurang lebih Rp 16 miliar, di tahun 2019 sekitar Rp 280 juta dan 2020 kurang lebih Rp 15,7 miliar terbagi dalam tiga tahap," ungkap Kepala BPKAD Bangka Barat, Abimanyu, Rabu (22/01/2020).

Persiapan tahapan-tahapan Pilkada 2020 memerlukan dana yang tidak sedikit agar dapat menyukseskannya dan juga sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menganggarkan hal tersebut.

"Bawaslu kurang lebih Rp 5,3 miliar, di tahun 2019 sebesar Rp 300 juta, terus lanjut Rp 5 miliar di tahun ini," imbuh Abimanyu.

Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat periode 2021-2025 ini akan menjadi salah satu agenda penting yang penganggarannya perlu dipikirkan secara matang.

"KPU sebesar Rp 16  miliar, Bawaslu sebesar Rp 5,3 miliar, Polres sebesar Rp 2,6 miliar , itu sudah total Rp 23,9 miliar,” tutur Abimanyu.

Dalam hal ini menurut Abimanyu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat merupakan penyelenggaranya maka dananya pun paling besar.

"Pastilah KPU paling banyak, karena memang mereka penyelenggaranya. Mulai dari operasional kotak suara sampai surat suara," terang Abimanyu.

Selain itu masih banyak dana lainnya yang perlu dikucurkan untuk instansi terkait lainnya yang pasti akan terlibat.

"Anggaran lain paling untuk pendukung di Pol PP atau pun Kesbangpol tapi nilainya tidak besar cuma ratusan juta," imbunya.

"Artinya kalau ditambah Kodim dan pendukung sekitar sebesar Rp 25 miliar kurang lebih," kata Abimanyu.

Abimanyu menegaskan semua dana penyelenggaraan Pilkada bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Barat.

"Iya dari APBD Bangka barat karena sesuai amanat Undang-undang bahwa pembiayaan Pilkada menjadi tanggung jawab daerah," terangnya.

Abimanyu mengatakan saat ini APBD Kabupaten Bangka Barat sebesar Rp 1,07 triliun.

"Ditambah dana perimbangan pusat, itulah sumber pendapatan dalam APBD, kurang lebih Rp 1,07 triliun, sekitar 2,4 persen untuk Pilkada," tukasnya.(rul/wb)

 

Halaman