Andiko Oplos Gas LPG 3 Kg ke Tabung 12 Kg

Firman    •    Senin, 03 Februari 2020 | 17:27 WIB
Lokal
Andriko Andriyansyah alias Riko (35) warga Perumnas, Kelurahan Bukit Betung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, diamankan Polda Bangka Belitung sebagai tersangka pengoplosan gas LPG.(fn/wb)
Andriko Andriyansyah alias Riko (35) warga Perumnas, Kelurahan Bukit Betung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, diamankan Polda Bangka Belitung sebagai tersangka pengoplosan gas LPG.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Andriko Andriyansyah alias Riko (35) warga Perumnas, Kelurahan Bukit Betung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, hanya bisa tertunduk lesu saat berada di Mapolda Babel.

Sebelumnya Riko diamankan Tim Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung (Babel) lantaran diduga telah memindahkan gas LPG 3 kilogram, ke tabung gas LPG 12 kilogram.

Penangkapan terhadap Riko dilakukan pada tanggal 9 Januari 2020, sekitar pukul 14.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan kawasan Jalan Raya Kampung Dul Kecamatan Pangkalanbaru.

Menurut Riko, pekerjaan mengoplos gas LPG tersebut dilakukan sejak enam bulan terakhir dan dilakukan seorang diri.

"Sudah enam bulan melakukan pekerjaan ini, dengan cara memindahkan isi gas LPG 3 kilogram ke tabung yang 12 kilogram. Awalannya kan saya juga ikut orang, namun orang yang saya ikut itu meninggal dunia dan akhirnya saya lakukan sendirian," tutur Riko, Senin (3/2/2020) di Ruang Dialog Mapolda Babel.

Selain itu, Riko juga menjelaskan alat yang digunakan untuk mengoplos atau memindahkan gas LPG berupa pipa yang sudah dimodifikasi dengan panjang 25 sentimeter.

"Biasanya tabung gas tiga kilogram, yang dibeli di toko-toko tersebut dengan harga Rp 20 ribu. Kemudian ia masukkan ke tabung gas 12 kilogram, sebanyak 4 tabung gas kecil," ungkap Riko.

Riko juga menjelaskan tabung gas 12 kilogram yang telah diisi tersebut, ia jual ke toko-toko dengan harga Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu per tabung , dengan menggunakan segel yang dibeli di toko.

"Kalau sehari biasanya tidak tentu berapa banyak, saya isi ke tabung 12 kilogram, karena gas 3 kilogram subsidi juga susah mencarinya," imbuh Riko.

Atas perbuatannya, kini Riko terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolda Babel guna mempertanggungkan perbuatannya.

Riko dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf b dan c tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan ancaman pidananya 5 tahun atau denda sekitar Rp2 miliar, serta juga Pasal 25 Jo Pasal 32 UU No. 2 tahun 1981 tentang metrologi legal dengan ancaman pidana 1 tahun atau denda sekitar Rp 1 juta.(fn/wb)

 



MEDSOS WOWBABEL