Toni Batubara: Pemprov Babel Dukung Budidaya Sorghum

Firman    •    Rabu, 05 Februari 2020 | 23:01 WIB
Lokal
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah provinsi Bangka Belitung (Babel) Toni Batu Bara yang mewakili Gubernur Babel, Erzaldi Rosman meresmikan pabrik pengolahan sorghum di Jalan Raya Desa Puput, Simpang Katis, Rabu (5/2/2020).(fn/wb)
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah provinsi Bangka Belitung (Babel) Toni Batu Bara yang mewakili Gubernur Babel, Erzaldi Rosman meresmikan pabrik pengolahan sorghum di Jalan Raya Desa Puput, Simpang Katis, Rabu (5/2/2020).(fn/wb)

SIMPANGKATIS,www.wowbabel.com -- Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah provinsi Bangka Belitung (Babel) Toni Batu Bara yang mewakili Gubernur Babel, Erzaldi Rosman meresmikan pabrik pengolahan sorghum di Jalan Raya Desa Puput, Simpang Katis, Rabu (5/2/2020).

Toni mengatakan Pemprov Bangka Belitung sangat mengapresiasi PT Langgeng Duta Bersama dalam pengembangan sorghum, untuk ketahanan pangan di Bangka Belitung.

"Semoga melalui sorghum ini, dapat membuat berbagai produk olahan, dan ampasnya pun bisa digunakan untuk pemakan ternak. Dengan ini masyarakat dapat lebih mengenal sorghum, terlebih lagi tanaman ini tidak memilih tempat untuk tumbuh meski di lahan eks tambang," kata Toni Batubara.

Toni juga menyampaikan kedepan Pemprov Bangka Belitung berharap dengan dukungan pemkab dibudi dayakan, atau dikembangkan lagi dengan sasaran kesejahteraan petani.

"Banyak produksi yang bisa dihasilkan, dan masyarakat bisa mencoba sorghum sebagai pengganti nasi, dan Pemprov  Bangka Belitung juga berharap perusahaan ini nantinya bisa ciptakan pasar dan harga yang bersaing, serta bisa membumi di Babel dan menjadi alternatif pangan,” tutur Toni Batubara.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Desa Puput, H Asmadi, mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan terhadap usaha ini.

"Saya sangat mendukung, dengan adanya pabrik pengolahan sorghum ini, akan membantu tingkatkan petani, dan kesejahteraan," kata H Asmadi.

Lebih lanjut H Asmadi mengatakan meski pun masih minim yang tahu sorghum di Bangka Belitung pihaknya akan terus menggalakan penanamannya.

"Tapi kami masyarakat dan petani akan budayakan tanaman ini, karena tidak memilih tempat menanamnya, seperti bekas TI, juga bisa, dan waktu panen juga singkat 3-4 bulan sudah panen. Setahun bisa dua tiga kali panen, dan Insya Allah, akan membantu masyarakat kita serta akan membawa angin segar bagi petani kita," tukas H Asmadi.(fn/wb)

 



MEDSOS WOWBABEL