Berselisih, Dua Investor di Bangka Barat Ngadu ke Dewan

Chairul Aprizal    •    Kamis, 13 Februari 2020 | 21:14 WIB
Lokal
Jalannya  mediasi perdamaian dua investor di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)
Jalannya mediasi perdamaian dua investor di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Dua Investor di Kabupaten Bangka Barat membawa perselisihannya hingga ke DPRD Kabupaten Bangka Barat. Pada Kamis (13/02/2020) dilakukan mediasi untuk diselesaikan.

Dua investor itu masing-masing  perusahaan tambang mitra PT Timah Tbk yaitu CV. Gunung Manik yang menyampaikan keluhannya kepada wakil rakyat Kabupaten Bangka Barat akibat aktivitas dari perusahaan Tambak Udang CV Cahaya Saputra Bangka (CSB).

Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Bangka Barat, H Oktorazsari dihadiri OPD terkait, dan BPD (Badan Pemusyawaratan Desa) Cupat.

Pasalnya CV Gunung Manik memprotes limbah dari aktivitas tambak udang CV CSB dan dinilai telahmenganggu aktivitas pertambangannya.

PJO CV Gunung Manik, Hendra, mengungkapkan pihaknya sudah berusaha melakukan mediasi dengan pihak tambak udang namun tidak ada titik temu sehingga terpaksa membawa masalah ini ke DPRD Bangka Barat.

"Pada bulan November akhir itu di tambang kami di air Kelabat diatasnya itu ada aktivitas tambak udang," ujarnya.

Hendra mengatakan air limbah dari tambak udang tersebut mengalir ke arah perusahaan pertambangannya meski sudah pernah dibuatkan tanggul tapi tidak bertahan lama dan jebol berulang kali serta lambat respon perbaikannya.

"Sehingga kami merasa sangat dirugikan dan itu sudah terjadi sebanyak sembilan kali," tutur Hendra.

Menanggapi hal tersebut Perwakilan CV CSB, yakni  Suherman mengatakan jebolnya tanggul akibat diguyur hujan.

"Nah permintaan dari PT Timah diubah dibuang ke sebelah kanan, kita pun ikuti kalau bisa kita minta waktu sampai tambak kita ini panen, mungkin dua bulan, setelah panen air sudah kosong kita buang gitu,"  tutur Suherman.

BPD Cupat, Zainuddin mengatakan kedua Investor diminta untuk berdamai saja karena keduanya sama-sama menguntungkan bagi masyarakat karena sangat menyerap tenaga kerja setempat.

"Kami itu sangat tersinggung artinya kenapa persoalan ini diangkat ke permukaan belum pernah ke desa, sedangkan kehadiran kedua ini kami sangat mendukung," ungkap Zainudin.

"Saya mengatakan di forum terhormat ini bahwa permasalahan ini saya minta damai karena kehadiran perusahaan ini sangat membantu masyarakat," tegasnya.(rul/wb)

 

Halaman