Molen Tinjau Lahan Pembangunan Pelabuhan Baru

Hendri Dede wow    •    Kamis, 13 Februari 2020 | 21:10 WIB
Lokal
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen.(hen/wb)
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen.(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pemkot Pangkalpinang terus berupaya dan optimis untuk mewujudkan pengembangan pelabuhan baru di  kawasan Jembatan Emas Kota Pangkalpinang.

"Progresnya semakin dekat. Kita juga semakin yakin dan optimis pelabuhan kita ini jadi. Jika pelabuhan ini jadi, imbasnya besar bagi Bangka Belitung umumnya," ungkap  Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen saat melakukan peninjauan kondisi lahan di lokasi tersebut, Kamis (13/2/2020).

Molen mengaku untuk persiapan pengembangan pelabuhan baru ini Pemkot Pangkalpinang telah menyediakan lahan seluas 30 hektare.

"Luasnya tergantung mereka, tetapi lahan kita sudah siap. Total lahan tersebut sekitar 30 hektare, bahkan lebih. Artinya untuk pelabuhan kita tidak semua dipakai, tergantung kebutuhan. Mungkin hanya menggunakan 4 hektar saja, ataupun lebih," kata Molen.

Pengembangan pelabuhan baru inipun tidak akan menggunakan dana dari pihak Pemkot Pangkalpinang, Pemkot Pangkalpinang hanya mengeluarkan dana untuk FS dan DED sebesar Rp 500 juta.

"Kita cukup pancingan Rp 500 juta kemarin untuk DED dan FS nya, bahkan mereka mau membantu lagi untuk perencanaan. Selanjutnya kita kejar dana untuk membangun ini enggak dari dana kita juga. Setelah itu kita akan cari investor untuk pengerjaannya," tukas Molen.

Molen menyebut untuk membangun pelabuhan baru tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar. Untuk pembangunan awal, pihaknya akan berupaya meminta bantuan dari Kementerian.

"Nanti (investor--red), kedepan, awalnya kita akan minta tolong kepada kementerian dulu untuk pencanangan awalnya. Pelabuhan ini sah jadi mungkin sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 20 miliar inipun sudah lumayan bisa," ujarnya.

Mantan Direktur Kepelabuhan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, yang kini menjadi konsultan perencanaan, Suwandi Saputro menilai dari kondisi aksisting lahan tersebut sangat cocok untuk Terminal Peti Kemas.

"Jadi kalau lihat kondisi aksisting ya, ini sudah ada kolam ya, artinya nanti pada saat pengembangan kita khusus peti kemas. Tadi saya bilang ini tetap Pelabuhan Pangkalbalam Terminal Peti Kemas. Jadi dia khusus di sini," tukasnya.

Menurutnya dengan kedalaman 10 sampai 15 meter, kapal-kapal kapasitas 30 ribu ton bisa masuk. Sehingga lahan tersebut sangat cocok untuk Terminal Peti Kemas. Lokasinya, sudah terdapat lahan berbentuk kolam dan sehingga lebih mudah pelaksanaannya.

Untuk kesiapan Pemkot, menurutnya sudah baik, namun tentu harus melalui proses Kementerian Perhubungan. Misalnya, pra-FS, FS, dan review master plan pelabuhan sebelumnya.

"Tinggal kita bikin transpor untuk mengarahkan supaya tidak terjadi sedimentasi di kolam. Biaya pemeliharaannya enggak terlalu mahal, biaya pengerukan nya tidak terlalu besar," tukas Suwandi.(hen/wb)

Halaman