Tak Ingin Pance, DPRD Babar Putuskan Rekomendasi untuk Tambak Udang

Chairul Aprizal    •    Jumat, 14 Februari 2020 | 18:34 WIB
Lokal
Ketua DPRD  Bangka Barat, H Badri Syamsu.(dok)
Ketua DPRD Bangka Barat, H Badri Syamsu.(dok)

MUNTOK,www.wowbabel.com --  Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, H Badri Syamsu, memutuskan akan membuat rekomendasi terkait permasalahan tambak udang dengan masyarakat Desa Rambat yang tak kunjung selesai.

Akibat saat ditinjau ke lokasi pemilik tambak udang tak hadir, dan RDP, Kamis (13/02/2020) kemarin tak juga dapat solusi lantaran warga Desa Rambat dan Kepala Desa tidak dihadirkan.

Badri Syamsu memutuskan agar tidak terus-menerus melakukan pertemuan maka akan dibuatkan rekomendasi DPRD kepada pemerintah daerah untuk PT Hoki Alam Semesta Jaya.

"Jadi kalau kita dari awal lagi ini kata orang itu pance (panjang cerita—red), jadi nanti kita bikin rekomendasi sajalah," ujar Badri.

Badri mengatakan jika kembali membuat pertemuan lagi tidak mungkin lagi tanpa solusi.

"Kita membuat rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan tambak PT Hoki yang ada di Desa Rambat ini," tuturnya.

Politisi PDIP ini mengatakan penolakan seperti ini memang hal yang biasa tinggal bagaimana perusahaan tambak udang mendekati masyarakat agar masalah ini bisa selesai.

Sebelumnya anggota DPRD Babar sempat kecewa dan geram lantaran pemiik tambak udang tak hadir saat mereka meninjau ke lokasi.  

"Saya tahu PT Hoki memiliki modal yang cukup besar, tapi tolong jangan remehkan kami pak. Kami sudah bicara beratus kali beribu kali kami tidak diindahkan sama sekali mungkin kami datang ke lapangan sudah dua kali," ungkap Anggota DPRD Bangka Barat Adi Sucipto Atmo, Kamis (13/02/2020).

"Sampai hari ini belum selesai juga berarti kami tidak diindahkan juga jangan mentang-mentang bapak punya duit, bapak punya modal berinvestasi sembarangan. Jadi tolong didengarkan juga omongan kami," tutur Adi.

Sementara anggota DPRD Bangka Barat, Drs Samsir, mempertanyakan sewaktu DPRD meninjau Komisaris Arwan tidak ada di tempat dan hanya menemui Humas, yakni Surya Jaya.

"Diserahkan kepada Surya, ya penanggung jawab lapangan ya otomatis tidak ini, bukan masalah sepele ataupun masalah kecil begitu," imbuhnya.

Samsir menyayangkan hal itu, bahwa jika perusahaan berniat baik untuk menuntaskan masalah itu seharusnya komisarisnya dapat hadir langsung saat itu.(rul/wb)

Halaman