Bawaslu Babel Temukan 18 Indikasi Pelanggaran Pembentukan PPK Pilkada 2020

Dwi H Putra    •    Jumat, 21 Februari 2020 | 23:49 WIB
Pilkada
Rapat Dalam Kantor (RDK) di Bawaslu Babel, Jumat (21/2/2020).
Rapat Dalam Kantor (RDK) di Bawaslu Babel, Jumat (21/2/2020).

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memaparkan ada belasan indikasi pelanggaran yang terjadi terkait tahapan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Belasan indikasi pelanggaran tersebut terdiri dari tiga hal di antaranya terindikasi terlibat partai politik sebanyak 13 orang, terindikasi menjabat PPK selama dua periode sebanyak empat orang dan terindikasi berdomisili diluar wilayah kerja sebanyak satu orang.

"Peserta terindikasi melanggar yang mendaftarkan diri sebagai PPK ini tersebar di 12 daerah yang bakal melaksanakan Pilkada serentak," kata Koordinator Divisi Pengawasan, Andi Budi Yulianto kepada awak media saat rapat dalam kantor (RDK) di Bawaslu Babel, Jumat (21/2/2020).

"Daerah itu diantaranya Muntok, Tukak Sadai, Kep Pongok, Air Gegas, Jebus, Tempilang, Simpang Katis, Pangkalan Baru, Toboali, Payung, Kelapa Kampit dan Gantung," ujarnya.

Lanjut Andi, selama tahapan pembentukan PPK selama pendaftaran dimulai tanggal 18 s/d 24 Januari 2020 dan masa perpanjangan pada tanggal 25 s/d 27 Januari 2020 di empat kabupaten penyelenggara pilkada ada sebanyak 488 orang pendaftar, yakni di Bangka Barat sebanyak 122 orang, Bangka Tengah sebanyak 124 orang, Bangka Selatan sebanyak 125 orang dan Belitung Timur sebanyak 117 orang.

Dinamika temuan hasil pengawasan pembentukan PPK ini pada masa verifikasi administrasi tertinggi di Bangka Selatan dengan jumlah sembilan, di Bangka Barat sebanyak lima sedangkan di Bangka Tengah sebanyak dua dan di Belitung Timur juga dua.

"Bawaslu Babel terkait pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 ini hanya sebatas monitoring saja, sedangkan secara menyeluruh tetap dilaksanakan bawaslu kabupaten masing-masing," jelas Andi.

"Terkait temuan yang ada dan berdasarkan fakta lapangan, maka peserta langsung digugurkan Komisi Pemilihan Umum (KPU)," paparnya.

Sementara, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Babel, Dewi Rusmala, menjelaskan selama tahapan administrasi calon perseorangan hingga saat ini baru ada di dua kabupaten, yakni di Bangka Selatan dan Bangka Barat.

"Belitung Timur dan Bangka Tengah belum ada calon perseorangan sedangkan dua daerah lainnya yakni Bangka Selatan atas nama Kodi - Rusliadi (KO-RI) dengan jumlah dukungan sementara sebanyak 14.919-an, sedangkan di Bangka Barat atas nama Reza Firmansyah - Medi Hesti dengan jumlah dukungan memenuhi jumlah minimal yakni 12.872," kata Dewi.

"KPU pun hingga saat ini untuk di Belitung Timur dan Bangka Tengah masih membuka masa pendaftaran perseorangan yakni tanggal 19 s/d 23 Pebruari 2020 ini, jika tidak ada maka dinyatakan kosong peserta perseorangan," terangnya.

Dewi menjelaskan persyaratan calon perseorangan pilkada serentak tahun 2020 di Belitung Timur harus memiliki dukungan minimal sebanyak 8.673 lembar KTP atau Suket tersebar di empat wilayah, di Bangka Tengah sebanyak 12.213 tersebar di empat wilayah, di Bangka Barat sebanyak 12.872 tersebar di empat wilayah dan di Bangka Selatan sebanyak 12.766 di lima wilayah.

"Verifikasi pencalonan perseorangan ini Bawaslu Babel turun langsung ke lapangan bersama KPU, sehingga bisa mengetahui benar atau tidak KTP atau Suket itu didapatkan calon perseorangan itu," tandas Dewi.

Kepala Sekretariat Bawaslu Babel, Roy Siagian, menjelaskan rapat dalam kantor (RDK) yang dilaksanakan ini sangat baik sekali, sehingga media dapat mempublikasikan setiap kegiatan Bawaslu Babel terkhusus mengenai tugas sisi pengawasan pemilu.

"Kami juga harap media dapat menyampaikan ke masyarakat, terkait pengawasan yang sudah dilakukan Bawaslu Babel terhadap proses tahapan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 di Babel ini," kata Roy Siagian.

Ditambahkannya media pun diharapkan dapat memberikan masukan dan kritikan terkait eksistensi Bawaslu Babel, apalagi pilkada tahun 2020 merupakan pilkada serentak terakhir yang bakal dilaksanakan penyelenggara pemilu. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL