Ditpolairud Polda Babel Tanam Mangrove di Pantai Perpat Mati

Dwi H Putra    •    Jumat, 21 Februari 2020 | 16:22 WIB
Lokal
Ditpolairud Polda Babel Tanam Mangrove di Pantai Perpat Mati. (Dwi HP/wowbabel)
Ditpolairud Polda Babel Tanam Mangrove di Pantai Perpat Mati. (Dwi HP/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Jajaran Direktorat Polisi Peraitan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional bertemakan "Polri Peduli Penghijauan Pantai dan Penguatan Ekonomi Pesisir" yang dimotori Ditpolairud RI secara serentak di seluruh Indonesia. 

Di Pangkalpinang, kegiatan yang dimotori Ditpolairud Polda Babel diikuti ratusan peserta terdiri dari unsur Polairud, TNI AL, TNI AD, Brimob, Satpol PP, Basarnas, PT Timah Tbk, Pramuka dan pelajar sekolah. 

Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat, mengatakan penanaman mangrove merupakan tindakan yang sangat benar dalam rangka menghadapi perkembangan dan perubahan global saat ini, terutama perubahan terhadap lingkungan alam. 

"Mangrove merupakan eksensi dunia yang mendukung sektor perikanan, sebagai habitat tempat tingkat ikan, mengurangi elusi pantai, mencegah banjir, menjaga kualitas air di pesisir serta konservasi keragaman hayati, penyimpanan karbon dan menyediakan bahan-bahan alami yang penting bagi orang lain khususnya nelayan dan petani yang lain," kata Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat ketika membuka kegiatan penanaman mangrove di Pantai Perpat Mati Tanjung Bunga, Jumat (21/2/2020). 

Dijelaskannya kerusakan mangrove banyak masalah dan penyebabnya, bisa jadi karena konversi lahan mangrove jadi penggunaan lain-lain, ilegal logging, ilegal meaning, hama maupun penyakit dan pencemaran, perluasan area tambak serta praktek budidaya yang tidak berkelanjutan, dalam hal ini menyebabkan devortasi mengakibatkan berkurangnya kualitas air dan menimbulkan polusi di daerah pesisir. 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE