Guru Honorer Minta Diangkat Jadi PNS dan Digaji UMK Lewat APBN

Perwakilan GTKHNK Babar foto bersama Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dan politisi PPP Heliyana. (Chairul/Wowbabel)
Perwakilan GTKHNK Babar foto bersama Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dan politisi PPP Heliyana. (Chairul/Wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel. com - Ketua GTKHNK35+ Bangka Barat, Mardani mengungkapkan guru honorer seluruh Indonesia sepakat untuk meminta 2 (dua) tuntutannya dijadikan Keppres dalam hasil Rakornas yang digelar kemarin, Kamis (20/2/2020) di Jakarta.

Mardani mengatakan dua tuntutan itu adalah angkat Guru Honorer yang berusia diatas 35 tahun menjadi PNS tanpa tes melalui Keppres, dan yang kedua bayar gaji UMK bagi Honorer GTK dibawah umur 35 dari APBN dengan dibayar secara bulanan.

"Kami didampingi politisi PPP DPRD Provinsi Ibu Heliyana dan ketua DPRD provinsi pak DiditĀ  Srigusjaya," ucap Mardani, dikonfirmasi Jumat (21/02/2020).

"Kami tidak hanya memperjuangkan kami yang umur 35 tahun ke atas, tapi honorer yang masih muda yang sudah kerja diatas 5 tahun juga kami perjuangkan," jelasnya.

Ungkap Mardani Rakornas kemarin dihadiri 3 ribu perwakilan seluruh indonesia yang didominasiĀ 
oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumsel, dan Riau.

"Kami disini memperjuangkan 250 ribu orang honorer se-Indonesia, semoga saja hasil rakor kami diterima oleh presiden," harapnya.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE