Nelayan Sampur Keluhkan Keberadaan Puluhan Ponton Rajuk

Puluhan ponton ti rajuk di Pantai Sampur.(hen/wb)
Puluhan ponton ti rajuk di Pantai Sampur.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Nelayan di wilayah Pantai Sampur Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, mengaku resah akibat keberadaan tambang inkonvensional (TI) jenis rajuk yang beroperasi di jalur nelayan dan tidak jauh dari bibir pantai.

Keberadaan tambang tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai. Sedikitnya kurang lebih terdapat 40 ponton TI rajuk yang beroperasi di area tersebut.

Terdapat pula sebanyak 40 nelayan yang bersandar di kawasan ini. Salah satu dari sekian banyak nelayan setempat mengaku kesulitan ketika ingin melaut mencari ikan, lantaran jalur mereka untuk berlabuh ke tengah laut telah ditutupi limbah tambang sehingga menjadi daratan.

Apalagi disaat air laut sedang surut, nelayan tidak bisa berbuat apa-apa akibat tingginya lumpur dan pasir dari limbah para penambang tersebut.

"Air surut susah kita lewat. Susah lewat karena sudah pasir bercampur lumpur. Kita tidak bisa ngapa-ngapa. Nelayan ada sekitar 40 orang disini," ungkap salah satu nelayan setempat, yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui di lokasi, Senin (24/2/2020).

Sebelumnya, telah ada kesepakatan batas wilayah antara penambang dan nelayan agar tidak melewati dari patokan yang telah ditentukan. Namun nyatanya, kesepakatan itu tidak dihiraukan.

Akibatnya, gesekan antara nelayan sekitar dan penambang pun kerap terjadi. Kehadiran tambang jenis rajuk di area tersebut sudah sekitar dua bulan yang lalu.

"Semakin masuk wilayah nelayan. Sebelumnya telah dikasih patokan agar tidak masuk tetapi agik lah. Mereka (melakukan penambangan) kurang lebih sudah dua bulan," katanya.

Ia mengaku, para nelayan sudah beberapa kali menyampaikan perihal keluhan tersebut kepada pihak berwenang, namun hanya sia-sia.

"La sering, la berapa kali disampaikan ke pihak berwenang, tapi tidak mempan. Percuma lah," ujar pria berusia 42 tahun tersebut dengan wajah kecewa.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Pangkalpinang AKP Heryanto, saat dikonfirmasi mengaku sudah kerap memberikan tindakan tegas terhadap para penambang di lokasi tersebut. Namun, para penambang masih saja melanggar.

"Sudah sering kali kita razia tapi kenyataannya masih ada juga yang melanggar. Nanti kita razia lagi, cek ke lapangan," tukasnya.(hen/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE