Sidang Perdana Dugaan Penyerobotan Lahan, PT Timah Tbk dan Transmart Mangkir

Tim_Wow    •    Selasa, 25 Februari 2020 | 00:52 WIB
Lokal
Pihak Penggugat didampingi tim kuasa hukumnya keluar dari ruang sidang di PN Pangkalpinang, Senin (24/2/2020).(dag/wb)
Pihak Penggugat didampingi tim kuasa hukumnya keluar dari ruang sidang di PN Pangkalpinang, Senin (24/2/2020).(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Sidang perdana perkara gugatan sengketa tanah dengan tergugat utama PT Timah Tbk, digelar ruang Garuda, Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Senin (24/2/2020).

Dalam sidang yang beragendakan mediasi para pihak tersebut, dihadiri delapan pihak tergugat salah satunya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pangkalpinang.

"Tergugat dua sampai tergugat tujuh tadi sudah datang. Ada pun tergugat delapan dan sembilan kami mendapat informasi bahwa memang tidak akan hadir," kata kuasa hukum penggugat, Bedi Setiawan Al-Fahmi SH MKn.

Sementara tergugat utama PT Timah Tbk dan pihak Transmart Pangkalpinang selaku turut tergugat satu, tidak hadir dalam sidang ini meskipun surat pemanggilan sudah dilayangkan PN Pangkalpinang jauh hari sebelum jadwal sidang.

"Tergugat satu (PT Timah) hasil dari persidangan release panggilan yang disampaikan Pengadilan Negeri Pangkalpinang sudah diterima namun tidak hadir di persidangan, begitu pun dengan pihak turut tergugat satu dalam hal ini Transmart Pangkalpinang memang release panggilan dari Pengadilan Jakarta Selatan belum kembali ke PN Pangkalpinang. Sementara pihak turut tergugat dua (BPN) mereka hadir," terangnya.

Sidang perdana siang itu pun harus ditunda dan akan kembali digelar satu bulan kedepan.

"Sehingga sidang ditunda dan akan kembali digelar pada hari Kamis tanggal 26 Maret mendatang," tandasnya.

Sebelumnya, PT Timah Tbk resmi digugat oleh seorang warga Pangkalpinang atas nama Soniati yang mengaku sebagai ahli waris atas sebidang tanah bernilai miliaran rupiah, yang saat ini dikuasi oleh PT Timah dan sebagian lagi dikuasi pihak lain.

Pihak penggugat memiliki bukti kepemilikan lahan tersebut, berupa surat tanah yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Blok II Kotamadya Pangkalpinang, yang diterbitkan pada tahun 1975.

Aset yang kini memiliki nilai miliaran rupiah itu, diperoleh ayah kandung penggugat dengan cara membeli dari pemilik terdahulu yang dibuktikan dengan kwitansi jual beli pada tahun 1963. Dalam gugatannya, pihak penggugat menuntut ganti rugi atas sebidang tanah seluas 70X90 meter persegi, yang berada di pusat kota Pangkalpinang tersebut.

Dalam gugatan ini juga ada sembilan pihak yang tergugat dengan tergugat utama PT Timah, serta dua pihak turut tergugat yaitu BPN Pangkalpinang yang telah menerbitkan sertifikat Hak Guna Tanah atas objek yang digugat, serta Transmart Pangkalpinang yang telah menyewa objek yang digugat untuk dijadikan lahan parkir.(dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL