Cegah Kepunahan, Teringging dan Satwa Lainnya Dilepasliarkan ke Alam

Tim_Wow    •    Kamis, 27 Februari 2020 | 11:11 WIB
Lokal
Sejumlah satwa liar endemik Bangka Belitung, yang dilepasliarkan di Kawasan Wisata Alam Bukit Nenek, Permisan, Kabupaten Bangka Selatan.(dag/wb)
Sejumlah satwa liar endemik Bangka Belitung, yang dilepasliarkan di Kawasan Wisata Alam Bukit Nenek, Permisan, Kabupaten Bangka Selatan.(dag/wb)

SIMPANGRIMBA,www.wowbabel.com -- Bebas lepas, ya kalimat itulah yang mungkin dapat menggambarkan betapa senagnya sejumlah satwa liar endemik Bangka Belitung, yang dilepasliarkan,di Kawasan Wisata Alam Bukit Nenek, Permisan, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (26/2/2020).

Hewan yang dilepasliarkan itu diantaranya, satu ekor Teringgiling, satu ekor Musang Pandan,dua ekor Musang Akar, dua ekor Kukang serta dua ekor Elang Brontok.

Kawasan wisata alam ini sengaja menjadi lokasi pilihan untuk mengembalikan  satwa tersebut ke alam, karena selain jauh dari pemukiman penduduk, ketersediaan pakan di hutan ini sangat mendukung dan tak kalah pentingnya cukup aman dari perburuan liar.

Pengembalian satwa tersebut, melibatkan beberapa elemen masyarakat dan pemerintah, yang diantaranya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bangka Belitung/ Yayasan Pelestarian Hewan Alobi Foundation, Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang, PT Timah,  kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa Gudang, serta BPBD Bangka Belitung.

"Sebelum dilepasliarkan satwa-satwa ini telah menjalani masa rehabilitasi lebih dulu, selama enam sampai sembilan bulan di PPS Alobi. Namun Teringgiling yang belum sepekan diserahankan warga ke BKSDA," kata Ketua Yayasan Alobi Foundation, Langka Sani.

Menurut BKSDA, hewan-hewan ini didapat dari masyarakat, yang mulai sadar untuk melestarikan satwa langka dan dilindungi undang-undang dan telah menjalani masa rehabilitasi di Alobi.

"Diharapkan pakan disini cukup sehingga mereka bisa berkembang biak dan berperan dalam ekosistem di TWA Permisan, seingga kawasan ini dapat berkembang secara umum," jelas Zainal, selaku Kepala Pos TWA Gunung Permisan BKSDA Resort Bangka Belitung.

Selain itu, pelepasliaran satwa-satwa ini dilakukan untuk mencegah dari kepunahan, mengingat perburuan liar dan perdagangan gelap telah membuat hewan-hewan ini terancam punah.

"Masyarakat kita imbau untuk tidak memburu hewan yang sudah sangat sulit ditemukan di alam bebas dan mari kita sama-sama menjaga kelestariannya," tukas Zainal.(dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE