KUII ke-VII tahun 2020, Babel Akan Dikenal Umat Islam Indonesia

Dwi H Putra    •    Kamis, 27 Februari 2020 | 10:45 WIB
Nasional
Ketua Panitia KUII VII 2020, Muhamad Zaitur Rasim. (Dwi HP/wowbabel)
Ketua Panitia KUII VII 2020, Muhamad Zaitur Rasim. (Dwi HP/wowbabel)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Kongres Ulama Islam Indonesia (KUII) ke-VII tahun 2020 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), resmi dibuka  Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga, Wakil Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Gubernur Babel, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Babel serta ratusan ulama se-Indonesia dan Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan lainnya. 

Ketua Panitia Pelaksana KUII ke-VII tahun 2020, Ustad Muhamad Zaitur Rasim, mengatakan bahwa adanya keinginan luhur dan usaha tiada henti dari umat Islam Indonesia, untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil dan beradab, maka Kongres KUII ke-VII ini dilaksanakan sekarang ini, walau pun di tengah rasa pesimisme oleh sebagian kalangan setelah kongres sebelumnya.

"Tapi umat Islam selalu terinspirasi, bahwa musyawarah itu perintah illahi dan jalan terbaik mewujudkan kepemimpinan kolektif, yang sangat diperlukan dan sesuai dengan keberadaan manusia yang terus berkembang," kata Ustad Muhamad Zaitur Rasim menyampaikan laporan pembukaan KUII ke-VII di Pangkalpinang, Rabu malam (26/2/2020). 

"Tidak terjawabnya hasil musyawarah adalah musibah, tetapi jika tidak lagi mau bermusyawarah maka musibah lebih besar," ujarnya. 

Lanjutnya, berdasarkan hasil pertemuan komite, maka Provinsi Babel ditentukan sebagai lokasi kegiatan yang berlangsung pada 26 hingga 29 Pebruari 2020, jumlah peserta dan panitia lebih dari seribu orang baik dalam mau pun luar negeri. 

Selain KUII ke-VII tahun 2020, kegiatan juga diisi dengan seminar halal internasional, dalam hal tourism dengan peserta 760 orang, dengan total anggaran sebesar Rp 4 milyar terdiri dari dana hibah Pemprov Babel, kas MUI dan bantuan pihak lainnya serta sponsor. 

"Materi yang dibahas dalam KUII ke-VII ini meliputi tujuh bidang diantaranya politik, ekonomi, pendidikan dan budaya, hukum, filosopis Islam, fiantropis Islam, media,  ditambah dengan satu komisi khusus rekomendasi dan deklarasi Babel," jelas Ustad Muhamad Zaitur Rasim. 

Sementara, Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyidin Junaidi MA, menjelaskan agenda KUII merupakan agenda lima tahunan, yang tidak mungkin bisa dipisahkan dari agenda MUI, sebagai mitra kritis loyalis MUI selalu berada bersama-sama pemerintah dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang besar ini. 

"Kami merasakan bahwa pada KUII merupakan momentum terbaik bagi para ulama dan cendekiawan muslim untuk saling musyawarah, guna mewujudkan sesuatu yang terbaik, persembahan yang akan diberikan kepada pemerintah," jelas KH Muhyidin Junaidi. 

"Momentum KUII terbaik untuk mencari formula yang bisa disepakati semua kelompok dan golongan, dengan berbagai latar belakang inilah kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia," paparnya. 

Dilanjutkannya, Indonesia memiliki 13,8 persen dari jumlah penduduk muslim di dunia, sudah memperlihatkan kontribusi riil, dituntut dengan mayoritas penduduk Islam diminta untuk berkontribusi menciptakan perdamaian di dunia, oleh karena itu Indonesia dipercaya bersama-sama dengan negara cinta damai lainnya mendorong terjadinya perdamaian di Afganistan.

"Insya Allah, Afganistan dengan bantuan Indonesia akan menikmati perdamaian setelah berperang selama empat dekade, maka dari itu KUII adalah tempat yang ideal bagi semua untuk bersama-sama mencari yang terbaik yang perlu sepakati, kita akan bertoleransi atas perbedaan yang kita miliki tapi akan bekerjasama atas kesepakatan yang sudah kita dicapai," terang KH Muhyidin. 

"Mudah-mudahan Deklarasi Babel menjadi bagian terpenting untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia, Babel akan di kenang umat Islam di Indonesia, Babel akan menjadi sejarah ulama Indonesia, Babel akan terus menjadi panutan di dunia internasional," pungkasnya. (Dwi HP/wb)



MEDSOS WOWBABEL