Didit Akui Proses RZWP3K Masih Panjang

Dwi H Putra    •    Jumat, 28 Februari 2020 | 16:16 WIB
Lokal
Didit Srigusjaya, Ketua DPRD Babel. (Dwi HP/wowbabel)
Didit Srigusjaya, Ketua DPRD Babel. (Dwi HP/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, menyatakan proses Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Babel masih panjang, belum tentu bisa ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda). 

"Inikan baru rancangan dan diparipurnakan, tidak serta merta langsung menjadi perda, harus dilaporkan dulu kementerian terkait dan dikaji lagi," kata Didit Srigusjaya di ruang kerjanya usai melakukan audiensi dengan perwakilan masyarakat nelayan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Jumat (28/2/2020). 

"Apalagi rancangan peraturan daerah (Raperda) DPRD Babel pernah ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebab belum memasuki kaidah-kaidah secara benar," ujarnya. 

Didit menjelaskan DPRD Babel menyambut baik apa yang disampaikan perwakilan nelayan ini, apalagi hal itu memang riil ada di lapangan tapi ini lah fakta dan hukum, kendati demikian RZWP3K ini tidak hanya mengakomodir tentang nelayan dan pertambangan saja, namun semua komponen harus diakomodir. 

"Kami persilahkan mereka sampaikan ke Kemendagri, pasal mana saja yang tidak sesuai dengan hukum, bila perlu nanti Kemendagri membawa itu ke Mahkamah Agung (MA) karena itu lah jalur konstitusinya," jelas Didit. 

"Terkait kinerja kelompok kerja (Pokja) dan panitia khusus (Pansus) terhadap RZWP3K ini sudah bagus, jika tidak Kementerian Kelautan dan Perikanan tentu tidak menerimanya," paparnya. 

Ditambahkannya, apakah pada tahun 2020 ini Raperda RZWP3K ini bisa disahkan menjadi perda, hal itu belum tentu karena harus menunggu hasil kajian dari Kemendagri, jika memang ada cacat hukum bakal pembahasan selanjutnya. 

"Tugas DPRD sudah selesai, tinggal Pemerintah Provinsi Babel kapan diajukan ke Kemendagri, jika nanti ada cacat hukum maka DPRD, Pokja dan Pansus akan dipanggil untuk membahas itu," pungkasnya. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL