WALHI: Perda RZWP3K Babel Gagal Selamatkan Ekosistem Pesisir dan Ruang Hidup Rakyat

Direktur Eksekutif WALHI Bangka Belitung, Jessix Amundian. (Ist)
Direktur Eksekutif WALHI Bangka Belitung, Jessix Amundian. (Ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Disahkannya Raperda RZWP3K menjadi Perda Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung meninggalkan persoalan serius terhadap upaya perlindungan dan penyelamatan wilayah pesisir. Dokumen rancangan zonasi ini disahkan ditengah penolakan masyarakat pesisir, terutama nelayan, pegiat pariwisata rakyat dan Mahasiswa atau komunitas pecinta lingkungan terhadap dokumen tersebut. 

"Kami menilai Perda RZWP3K Babel gagal menyelamatkan ekosistem, ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat pesisir," ujar Direktur Eksekutif WALHI Bangka Belitung, Jessix Amundian, Jum'at (28/2/2020).

Patut diduga, kata Jessix, perda ini akan menjadi ancaman kerusakan lingkungan hidup dan memiskinkan nelayan kecil tradisional karena masih terdapat alokasi ruang untuk aktivitas tambang terutama di wilayah pesisir kepulauan Bangka.

Walhi mencatat, kerusakan terumbu karang seluas 5.720 hektar akibat sedimentasi tambang tentunya sangat berpengaruh bagi keseimbangan ekosistem pesisir dan terus menurunnya hasil tangkap nelayan kecil tradisional. 

"Selama ini, saran dan masukan dari masyarakat pesisir terutama nelayan, pegiat pariwisata rakyat, Mahasiswa, dan komunitas pecinta lingkungan di babel adalah sebagai upaya untuk melindungi dan menyelamatkan  pesisir laut dan pulau-pulau kecil," ungkap Jessix.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL