Cegah Pelanggaran Bawaslu Laksanakan Empat Program ke Masyarakat

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Babel, Firman TB Pardede.(dwi/wb)
Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Babel, Firman TB Pardede.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020, akan melakukan berbagai langkah pencegahan pelanggaran pemilihan baik terhadap penyelenggara pemilu maupun terhadap peserta pemilu.

"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Bawaslu adalah menyurati lembaga terkait akan potensi pelanggaran, yang kemungkinan terjadi pada Pilkada 2020 mendatang," kata Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Babel, Firman TB Pardede di Pangkalpinang, Selasa (3/3/2020).

"Bawaslu telah mempunyai catatan selama pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 lalu, hal itu merupakan bahan evaluasi yang akan digunakan pada pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang," ujarnya.

Lanjutnya, untuk melakukan langkah pencegahan pelanggaran pada Pilkada 2020, Bawaslu membentuk beberapa program berdasarkan kearifan lokal masyarakat Babel diantaranya, program Sekolah Kader, Sekolah Pengawas Pemilih Pemula, Program Desa Sadar Pengawasan serta Program Jelajah Pengawasan.

"Kami berharap masayarakat dapat mengikuti setiap program Bawaslu dengan hadir dalam setiap kegiatan yang dilakukan, untuk memberikan edukasi pengawasan pemilu kepada masyarakat," harap Firman.

Firman menjelaskan selain langkah pencegahan Bawaslu juga melakukan penindakan pelanggaran pemilu dengan catatan seluruh unsur pelanggaran pemilu terpenuhi.

"Jika ada kesalahan oleh penyelenggara maupun peserta pemilu, ada proses yang dilakukan Bawaslu sebagai bentuk pelanggaran administrasi," jelas Firman.

"Pilkada ini milik rakyat, kedaulatan itu berada di tangan rakyat, maka selaku masyarakat seharusnya wajib untuk melaporkan ketika terjadi pelanggaran pemilu yang dapat menciderai nilai-nilai demokrasi itu," paparnya.

Disinggung mengenai keamanan pelapor dalam pelanggaran pemilu, Firman menjelaskan agar masyarakat tidak takut untuk melaporkan kepada pelanggaran pemilihan kepada Bawaslu, pasalnya Bawaslu telah bekerjasama dengan pihak kepolisian dan memastikan setiap tindakan intimidasi merupakan tindakan pidana.

"Bawaslu bekerja bersama dibantu tiga orang Komisioner Bawaslu pada tingkat kabupaten/kota beserta staf, tiga orang anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) beserta staf, serta satu orang Pengawas Desa Kelurahan (PKD) hingga di tingkat Pengawas TPS," tandas Firman.

"Kepada masayarakat khususnya empat kabupaten yang melaksanakan Pilkada 2020, untuk melaksanakan slogan Bawaslu yakni Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu," tukasnya.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL