KPAI Babel: Guru Tak Dibenarkan Melakukan Kekerasan

Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

MUNTOK,www.wowbabel.com – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Bangka Belitung Sapta Qodria menyayangkan tindakan oknum guru di SMP 1 Muntok yang diduga melakukan kekerasan terhadap murid.

Baca Juga: Diduga Lakukan Kekerasan, Wali Murid Minta Oknum Guru di SMPN 1 Muntok Diberhentikan

Menurut Sapta, dunia pendidikan harus bersih dari tindakan kekerasan dan tidak dibenarkan melakukan kekerasan kepada murid.

"Terkait permasalahan itulah tupoksi dari KPAI untuk anak anak daerah, kami menyayangkan kejadian tersebut," ucap Sapta, Selasa, (03/03/2020).

Baca Juga: Ini Alasan Oknum Guru SMPN 1 Muntok Lakukan Kekerasan Terhadap Murid

Sapta menerangkan dalam hal ini tugas pokok pihaknya adalah pengawasan dengan sikap dan akan memediasikan dengan pihak sekolah.

"Termasuk anaknya gitukan, KPAI tidak membenarkan dalam mendidik, guru melakukan pemukulan dan kekerasan," tegasnya.

Sapta melalui kasus ini menginginkan ada evaluasi terhadap seluruh tenaga pendidik yaitu dengan dilakukan tes psikologi.

"Memang ada beberapa kasus di kita kami menerima laporan di lingkungan pendidik, saya mau kedepannya adanya kroscek, audit tentang guru ini bagaimana jangan menerima guru sembarangan," tutur Sapta.

"Secara psikologi diperiksa gurunya, tes uji psikotes sebelum menjadi tenaga pendidik," imbuh Sapta.

Sapta menyampaikan di zaman millenial ini jika menghukum anak murid tidak bisa lagi dengan kekerasan.

"Zaman millenial ini kekinian ini, sekarang kan ada tehnik menghukum, suruh ngapal doa, suruh nulis, suruh bersih kelas. Intinya hukuman untuk mendidik bukan lagi kekerasan apalagi kekerasan fisik," tukas Sapta.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum guru SMP 1 Muntok diduga telah melakukan pemukulan salah satunya dengan cara menampar 19 murid SMP 1 Muntok lantaran telah menyebar gambar dirinya dalam bentuk stiker lewat WhatsApp.

Tak terima hal itu, belasan orang tua siswa ini sempat ingin melaporkan ke kepolisian yang akhirnya diarahkan mediasi dengan pihak sekolah kemarin, Senin (02/03/2020).(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL