Kampung Reklamasi Air Jangkang Contoh Lahan Bekas Tambang Timah Bisa Bermanfaat

Tim_Wow    •    Jumat, 06 Maret 2020 | 10:14 WIB
Lokal
Dewan Komisaris PT Timah Tbk dipimpin langsung Komisaris Utama/Independen: M Alfan Baharudin' Komisaris Independen  Satriya Hari Prasetya,  dan komisari Rudy Suhendar, Bambang Sunarwibowo dan  Rustam Effendi mengunjungi Kampung Reklamasi Air Jangkang.(wb)
Dewan Komisaris PT Timah Tbk dipimpin langsung Komisaris Utama/Independen: M Alfan Baharudin' Komisaris Independen Satriya Hari Prasetya, dan komisari Rudy Suhendar, Bambang Sunarwibowo dan Rustam Effendi mengunjungi Kampung Reklamasi Air Jangkang.(wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com  -- Kegiatan reklamasi lahan bekas tambang oleh PT Timah Tbk untuk terus dilakukan sesuai amanat undang-undang. Contoh Kampung Reklamasi Air Jangkang seluas 32 hektar di Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang, Bangka menjadi model lahan reklamasi yang bisa bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat.

"Lahan reklamasi di Air Jangkang menjadi contoh bagaimana mengelola lahan yang rusak akibat penambangan bisa produktif. Sesuai aturannya reklamasi wajib dilakukan oleh perusahaan penambangan, tak terkecuali PT Timah Tbk," kata Rustam Efendi, Komisaris PT Timah Tbk, Kamis (5/3/2020).

Dewan Komisaris PT Timah Tbk dipimpin langsung Komisaris Utama/Independen: M Alfan Baharudin' Komisaris Independen  Satriya Hari Prasetya,  dan komisari Rudy Suhendar, Bambang Sunarwibowo dan  Rustam Effendi mengunjungi Kampung Reklamasi Air Jangkang. Dewan Komisaris didampingi Dirut PT Timah Tbk Reza Pahlevi, Direktur Operasi.dan Produksi Agung Pratama, dan Direktur Niaga Purwoko.

Selain meninjau langsung reklamasi di  Air Jangkan para komisaris ini juga mengunjungi Pusat Metalugi Muntok, lokasi tambang darat di Pemali.

"Reklamasi Air Jangkang sudah terlihat dan bermanfaat, sewaktu saya masih menjabat gubernur, lahan reklamasi ini baru dimulai dan masih tandus. Selain pertanian, di sini ada peternakan hingga pusat rehabilitasi satwa langka oleh LSM Alobi. Maka saya mengapresiasi upaya reklamasi ini. Untuk lahan bekas tambang lainnya yang masih rusak juga wajib direklamasi," ujar Rustam.

PT Timah Tbk  mereklamasi 32 hektare lahan di Air Jangkang sejak tiga tahun lalu. Reklamasi ini sebagai komitmen perusahaan mendukung program pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata.

Menurut Kabid Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, model rencana reklamasi di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang,  dilakukan berbagai kegiatan, di antaranya pembibitan dengan kapasitas produksi bibit 120 ribu batang per tahun. Selain itu, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang ini juga sebagai kawasan pengembangan pengomposan, budi daya ternak, ikan, penanaman sayur sistem hidroponik , penanaman lada, kehutanan, rehabilitasi satwa langka, dan kegiatan lainnya. 

"Ini juga menjadi wujud nyata kami dalam mewujudkan semangat sustainable development goals (SDGs) di Indonesia. Dalam prosesnya, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lapisan masyarakat sehingga semuanya ikut terlibat,’’ ujar Anggi.

PT Timah Tbk juga  mereklamasi lahan bekas tambang seluas 32 hektar di Pulau Belitung. 32 hektare lahan bekas penambangan di Pulau Belitung. Reklamasi ini sebagai komitmen perusahaan mendukung program pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata.

Anggi mengatakan kegiatan reklamasi ini sebagai upaya PT Timah Tbk untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem. Hal ini agar dapat berfungsi serta bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.(wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL