Jokowi Kembali Ingatkan Hilirisasi Industri

Tim_Wow    •    Senin, 09 Maret 2020 | 17:39 WIB
Lokal
Presiden RI, Joko Widodo.(ist)
Presiden RI, Joko Widodo.(ist)

JAKARTA,www.wowbabel.com  --  Presiden Joko Widodo mengingatkan agar kebijakan fiskal di tahun 2021 harus dapat memberikan stimulus bagi peningkatan daya saing ekonomi nasional, penciptaan nilai tambah, dan pemerataan pembangunan. Daya tarik investasi dan mendorong hilirisasi  industri menuju transformasi ekonomi Indonesia.

"Daya tarik investasi harus terus ditingkatkan agar bisa membuka banyak lagi lapangan kerja baru. Insentif bagi tumbuhnya industri manufaktur juga harus diberikan terutama yang berkaitan dengan industri padat karya," kata Presiden Jokowi Presiden  dalam arahannya saat bersama jajaran terkait membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2021 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021 dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (9/3/2020).

Kemudian, kata Jokowi hilirisasi industri sebagai salah satu langkah transformasi ekonomi negara juga harus didorong, termasuk bagi industri di kawasan Indonesia Bagian Timur. Di saat bersamaan, pemerintah juga harus memberikan prioritas bagi pengembangan industri substitusi impor untuk mengurangi defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan.

"Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah juga harus terus dilakukan sehingga mampu naik kelas, masuk dalam supply chain nasional maupun global. Saya minta diberikan perhatian khusus pada program KUR (Kredit Usaha Rakyat), Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), UMI (Ultra Mikro), juga Bank Wakaf Mikro," imbuhnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan program prioritas pemerintah untuk penguatan sumber daya manusia unggul melalui sejumlah program yang telah disiapkan.

"Kita lanjutkan terus penguatan SDM yang unggul melalui program pendidikan, kesehatan, pelatihan vokasional lewat kartu prakerja, juga pengentasan kemiskinan," tandasnya.(ril/wb)

Halaman