Babel Miliki 5.439 Pembudidaya Udang dan Ikan

Kerambah Jaring Apung (KJA) untuk budidaya Ikan Kerapu.(net)
Kerambah Jaring Apung (KJA) untuk budidaya Ikan Kerapu.(net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Udang Vannamei dan Ikan Kerapu akan menjadi komoditas prioritas pada kegiatan budi daya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pemilihan kedua komoditas karena pertimbangan nilai ekonomis yang tinggi.

"Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Babel yakni meningkatkan pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah, Kerapu dan Vannamei merupakan komoditas potensial daerah yang dirasa mampu meningkatkan pendapatan di subsektor kelautan dan perikanan," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Arief Febrianto di Pangkalpinang, Rabu (11/3/2020).

"Bukan berarti komoditas lainnya seperti Ikan Nila, Lele, Patin dan sebagainya tidak menjadi penting. Namun, Kerapu dan Vannamei yang coba diprioritaskan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini kegiatan budi daya memiliki prospek yang sangat bagus, apalagi yang punya nilai ekonomis tinggi sangat bagus, lahan potensial juga masih cukup banyak di Babel.

Namun sayangnya, untuk Udang Vannamei dan Ikan Kerapu masih didominasi oleh koorporasi.

"Oleh karena itu, nantinya kami dorong masyarakat atau kelompok pembudi daya ikan juga ikut berperan di sini," papar Arief.

"Saat ini tercatat jumlah pembudi daya di Babel sebanyak 5.439 orang dengan luas lahan budi daya mencapai 8.490 hektar dengan volume produksi sebesar 9.340 ton," jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya memajukan budi daya Ikan Kerapu dan Udang Vannamei, saat ini DKP Babel juga mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana Balai Pemuliaan Ikan Kerapu (Tanjung Rusa) dan Udang (Tanjung Kerasak) baik melalui dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Meningkatkan produktivitas perikanan budi daya bukan hanya tugas provinsi, namun kerja bersama antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota," terang Arief.

"Oleh karena itu, harus saling bersinergi sehingga kegiatan budi daya ikan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi di Babel," pungkasnya.(dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE