Partai Golkar Bangka Belitung Masih Eksiskah?

Robby_Salim    •    Minggu, 15 Maret 2020 | 12:55 WIB
Opini
Logo Partai Golkar.(net)
Logo Partai Golkar.(net)

Oleh: Robby Putra Salim

Partai Golkar Bangka Belitung akan mengadakan Musyawarah Daerah (musda) Ke-V pada 16-17 Maret 2020 dengan agenda utamanya adalah pemilihan ketua.

Musda yang sudah mengalami dua kali perubahan jadwal, memberikan teka teki sendiri. Apa yang sedang terjadi pada partai berlambang Pohon Beringin ini.

Golkar bukan lah partai baru, sebagai partai yang sudah eksis sejak era Orde Baru, dinamika di Golkar selalu menarik untuk diamati baik di kepengurusan pusat hingga daerah. Di usia 55 tahun, Golkar masih mampu bertahan sebagai partai besar dan memiliki pendukung yang loyalis dan solid.

Di Bangka Belitung pun, Golkar tidak pernah absen mengutus wakil rakyatnya di pusat. Di DPRD Provinsi mereka memiliki 7 dari 45 kursi, menempatkan Golkar Babel duduk sebagai pimpinan DPRD Babel. Dan ini bukti nyata bahwa Golkar, masih diminati dari zaman ke zaman.

Mesin produksi kader Partai Golkar juga terbukti mampu mencetak kadernya sendiri, artinya Golkar tidak pernah kekurangan kader internal yg mumpuni seperti berapa pemimpin di Babel : Drs Hudarni Rani, Ir H Eko Maulana Ali, Hidayat Arsani dan lainnya.

Dalam musda kali ini, perebutan nahkoda baru akan menguji partai ini untuk bisa tetap solid. Karena badai sebenarnya bukan lah internal saja, namun tantangan - tantangan di luar partai jauh lebih menantang. Diperlukan sebuah tim solid dan pemimpin yang mampu menahkodai tim ini.

Pada Pileg 2019, Golkar Bangka Belitung masih selamat menjaga kekuatannya di tengah derasnya pertarungan demokrasi. Dan tidak lama lagi, Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan. Lahirnya partai - partai baru, juga harus menjadi perhatian Golkar Bangka Belitung ke depan.

Golkar Bangka Belitung harus mampu melihat peluang yang belum dioptimalkan. Sayap partai seperti MKGR, AMPG, AMPI, Kosgoro, Soksi dan lain-lainnya belum menjadi underbow kekuatan.

Berapa banyak generasi milenial dan wanita bisa dihimpun melalui sayap partai ini. Siapapun yang akan terpilih nanti, problem bangsa di Bumi Serumpun Sebalai harus menjadi prioritas. Bukan sekadar ego pribadi memenangkan pertarungan.

Sesama kader Partai Golkar Bangka Belitung, justru kekaryaan dan gotong royong harus menjadi pemersatu. Jangan biarkan Golkar Bangka Belitung tertatih dan kehilangan identitas hanya karena musda yang dilaksanakan tiga hari ini. Musda Golkar Babel, kita saksikan bersama.(*)

Halaman