Kisruh Musda Golkar Babel, Edi Iskandar: Ada Upaya Menghilangkan Status Kepesertaan Pemilik Suara

Firman    •    Rabu, 18 Maret 2020 | 15:05 WIB
Nasional
Edi Iskandar saat didampingi pengurus Golkar lainnya, seperti Sekretaris DPD II Gokar Bangka Firmansyahlevi, Sekretaris DPD II Golkar Pangkalpinang Machrizal dan Ketua DPD II Golkar Pangkalapinang Irianto Tahor, serta Ketua DPD II Golkar Beltim, Japri, ketika menggelar konferensi pers kepada sejumlah wartawan, Rabu (18/3/2020) di Soll Marina Hotel Pangkalanbaru.(fn/wb)
Edi Iskandar saat didampingi pengurus Golkar lainnya, seperti Sekretaris DPD II Gokar Bangka Firmansyahlevi, Sekretaris DPD II Golkar Pangkalpinang Machrizal dan Ketua DPD II Golkar Pangkalapinang Irianto Tahor, serta Ketua DPD II Golkar Beltim, Japri, ketika menggelar konferensi pers kepada sejumlah wartawan, Rabu (18/3/2020) di Soll Marina Hotel Pangkalanbaru.(fn/wb)

PANGKALANBARU - Sekretaris Kosgoro Provinsi Bangka Belitung, Edi Iskandar menilai ada upaya dari panitia untuk menghilangkan status kepesertaan dari para pemilik suara dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar, Senin (16/3/2020).

Hal itu disampaikan Edi Iskandar saat didampingi pengurus Golkar lainnya, seperti Sekretaris DPD II Gokar Bangka Firmansyahlevi, Sekretaris DPD II Golkar Pangkalpinang Machrizal dan Ketua DPD II Golkar Pangkalapinang Irianto Tahor, serta Ketua DPD II Golkar Beltim, Japri, ketika menggelar konferensi pers kepada sejumlah wartawan, Rabu (18/3/2020) di Soll Marina Hotel Pangkalanbaru.

"Kami melihat sejak awal ada upaya dari panitia (SC) untuk menghilangkan status kepesertaan dari para pemilik suara, seperti ormas yang mendirikan Partai Golkar dan ormas yang didirikan Partai Golkar lainnya dengan cara tidak memperbolehkan peserta dan pemilik suara Musda tersebut untuk registrasi. Serta menghalangi masuk ruang sidang," ungkap Edi Iskandar.

Selain itu dijelaskan Edi, pihaknya selaku peserta pemilik suara resmi di Musda DPD V Partai Golkar Bangka Belitung (Babel) ingin menyampaikan jika musda tersebut baru sampai keputusan demisionernya.

"Kami lihat ada upaya SC menjegal pemilik suara, terutama dari Ormas Hasta Karya sesuai peserta sah tidak diperbolehkan registrasi dan tidak bisa masuk ruangan, selaku peserta musda, dan ormas yang mendirikan Partai Golkar," tutur Edi.

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL