Persaingan Harga, Pengusaha Air Galon di Sadai Ditangkap Polisi

Aston    •    Jumat, 20 Maret 2020 | 16:39 WIB
Lokal
Pengusaha air galon, Sap (46) dan Dw (19)  yang merupakan bapak dan anak, Kamis (19/3/2020) diamankan aparat Polsek Toboali atas dugaan tindak pidana penganiayaan.(as/wb)
Pengusaha air galon, Sap (46) dan Dw (19) yang merupakan bapak dan anak, Kamis (19/3/2020) diamankan aparat Polsek Toboali atas dugaan tindak pidana penganiayaan.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Persaingan bisnis kerap menimbulkan masalah, bahkan tak sedikit harus berakhir di meja hijau. Pengusaha air isi ulang galon di Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan (Basel) ditangkap polisi usai berseteru sesama pengusaha yang berakhir pada tindak pidana penganiayaan.

Pengusaha air galon, Sap (46) dan Dw (19)  yang merupakan bapak dan anak, Kamis (19/3/2020) diamankan aparat Polsek Toboali atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

Keduanya dilaporkan Ef (35) Warga Desa Pasir Putih yang juga sama-sama pengusaha air isi ulang galon. Ef melaporkan bapak dan anak itu atas tuduhan penganiayaan pada 11 Maret 2020 yang lalu di kawasan SPBU Desa Sadai. Pelapor mengaku telah dipukul oleh keduanya hingga mengalami luka-luka memar.

Motif penganiayaan diduga persaingan  harga jual air isi ulang galon. Sap yang memiliki usaha galon di Desa Tirem itu  cekcok mulut dengan Ef yang memiliki usaha galon di Simpang Desa Pasir Putih, masalah harga jual yang berujung  pada  pemukulan terhadap Ef.

Kapolsek Toboali, Iptu Yandrie C Akip mengatakan, kedua terlapor sempat berusaha melarikan diri saat hendak diamankan.

"Kedua terduga pelaku penganiayaan kita amankan pada pukul 20.00 WIB di rumahnya, di Desa Tiram. Namun, saat Unit Reskrim Polsek Toboali yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Rio akan melakukan penangkapan salah satu pelaku mencoba melarikan diri melalui jendela namun berhasil diamankan, kemudian di bawa ke Polsek Toboali guna penyidikan lebih lanjut," ungkap Iptu Yandrie, Jumat (20/3/2020).

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan sementara bahwa, motif pelaku karena tersinggung dengan korban persoalan bisnis air isi ulang galon.

" Motif sementara karena persaingan bisnis, masalah harga," tukas Yandrie.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL