Komunikasi Pembangunan Sebagai Pilar Kokoh Negara Indonesia

Anja Kusuma Atmaja, Magister Komunikasi Penyiaran Islam - Universitas Islam Negeri Yogyakarta. (Ist)
Anja Kusuma Atmaja, Magister Komunikasi Penyiaran Islam - Universitas Islam Negeri Yogyakarta. (Ist)

DALAM kehidupan bernegara di Indonesia merupakan suatu kewajiban seseorang untuk memiliki identitas paham yang dianut. Dalam arti khusus yaitu,  aliran agama kepercayaan yang menjadi dasar keyakinan dalam menjalankan norma-normanya di negara Pancasila yang telah  merdeka pada 1945 lalu. Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki ratusan juta penduduk dan tersebar di lima pulau besar. Sumatera, jawa dan kalimantan presentasenya lebih didominasi penduduk yang beragama Islam (Muslim). Sulawesi dan Papua menunjukkan angka pemeluk tertinggi adalah kristen dan katolik yang mendominasi. Sementara lainnya, penganut budha, konghucu dan hindu tersebar tidak merata diseluruh wilayah indonesia karena bukan mayoritas.

Praktek agama adalah sebuah kegiatan yang menjadi kesadaran bagi setiap pemeluknya. Semua orang senantiasa beribadah menjalankan perintah suci agamanya masing-masing. Terbukti banyak bangunan ibadah yang ada di Indonesia dan itu bisa dilihat dimanapun kita berada selama di tempat tersebut merupakan tempat tinggal masyarakat. Masjid misalnya, tempat ibadan bagi umat Islam ini bisa ditemukan dimanapun, termasuk di areal pasar, terminal dan ruang-ruang kecil yang serupa tempat ibadah masjid yang dinamakan mushalla. Di tempat lain kita dapat menemukan gereja, di sudut-sudut kota misalnya, di tengah-tengah perkampungan dan di tempat-tempat umum yang memang tempatnya mayoritas penganut agama Kristen maupun Katolik di daerah setempat itu. Konghucu dengan kelenteng yang juga menjadi corak agama yang menjadi keyakinan pemeluknya bisa kita temukan hampir di setiap wilayah di Indonesia. Bali sebagai tempat yang menjadi lokasi tinggal bagi mayoritas pemeluk agama hindu, memiliki tempat ibadah yang dinamakan pure. Dan budha sebagai salah satu agama yang dianut di Indonesia juga memiliki tempat ibadah yang dinamakan kuil sebagai sarana peribadatan ummatnya.

 

Identitas Agama dan Persoalannya

Sebuah fakta mencengangkan yang perlu dipertontonkan ke tengah dunia, bahwa Indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang plural (beragam). Ke-pluralan-nya tidak serta merta menjadikan Indonesia negara yang kacau seara konstitusi dan rusak secara pergaulan antar pemeluk beragamanya. Ragam yang ada itu justru menjadi gambaran betapa harmonisnya hubunngan antar sesama pemeluk agama maupun antar pemeluk agama lainnya satu sama lain. Kepatuhan para masyarakatnya yang menganut agama masing-masing tidak serta-merta melunturkan kepatuhannya terhadap dasar-dasar negara yang sudah dirumuskan para pendiri bangsa dahulu menjelang kemerdekaan itu.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE