Presiden Jokowi Beri Arahan Kepada 34 Gubernur Terkait Penanganan Covid-19 Beserta Dampaknya

Tim_Wow    •    Selasa, 24 Maret 2020 | 20:15 WIB
Nasional
Video Conference Presiden Jokowi. (Ist)
Video Conference Presiden Jokowi. (Ist)

PANGKALPINANG - Presiden Jokowi memberi arahan kepada 34 Gubernur se-Indonesia dalam menghadapi Covid-19 pada Selasa (24/3/20) melalui video conference. 

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman juga turut melakukan Video Conference dengan Presiden Jokowi Selasa pagi, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam arahan yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi menyebutkan data laporan dari Kedubes Indonesia di seluruh dunia dan dari Menteri Luar Negeri RI, sampai saat ini Covid-19 telah menyebar di 189 negara, tiga negara baru dalam dua hari ini adalah Suriah, Grenada, dan Mozambik, ini menunjukkan bahwa pandemik Covid-19 betul-betul sebuah virus yang menjadi pandemi dan sangat sulit untuk dicegah masuk ke sebuah negara, provinsi, maupun kabupaten/kota. 

Oleh sebab itu menurutnya, penanganan Covid-19, semuanya harus satu visi, memiliki kebijakan yang sama.  

"Saya minta setiap kebijakan-kebijakan yang ada di provinsi, semuanya dihitung baik dampak kesehatan dan keselamatan rakyat kita, maupun dampak sosial dan dampak yang mengikutinya. Saya berikan contoh misalnya sebuah provinsi atau sebuah kabupaten/kota ingin membuat sebuah kebijakan sekolah diliburkan, kantor ditutup semuanya, kemudian tempat-tempat transaksi ekonomi atau pasar ditutup semuanya, tolong ini dikalkulasi betul-betul dampak sosial ekonomi dan kesehatan yang ada," ungkapnya.  

Presiden Jokowi menerangkan jika ingin melakukan kebijakan tersebut maka harus betul-betul disiapkan,sebagai contoh sebuah kota ingin melakukan itu,hitung berapa orang yang jadi tidak bekerja, hitung berapa pedagang asongan yang jadi tidak bekerja,hitung berapa becak yang tidak bekerja, hitung berapa supir yang akan tidak bekerja sehingga di dalam APBD, dukungan kepada sektor-sektor itu yang harus diberikan bantuan-bantuan sosial. Jangan kita menutup tapi tidak dibarengi dengan bantuan kebijakan bantuan sosial untuk mendukung kebijakan yang dibuat.

"Intinya kita ingin ada tiga hal yang menjadi fokus kita, yang pertama adalah kesehatan keselamatan yang utama, tetapi yang kedua siapkan bantuan sosialnya, yang ketiga dampak ekonomi dihitung betul, sehingga kesiapan kita dalam menyediakan stok pangan betul-betul ada," ungkapnya. 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL