Erzaldi Berharap Perbankan Optimalkan KUR Pasca Bencana Covid-19

Dwi H Putra    •    Kamis, 26 Maret 2020 | 21:26 WIB
Ekonomi
Suasana tele Conference Gugus Tugas penanganan Covid-19 Babel. (Dwi HP/wowbabel)
Suasana tele Conference Gugus Tugas penanganan Covid-19 Babel. (Dwi HP/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pihak perbankan diharapkan mampu mendorong peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masyarakat, terlebih di saat bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam rangka mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat.

Dengan KUR yang bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas pelayanan perbankan kepada UMKM dapat mendorong pergerakan ekonomi Pasca Covid-19.

"Menindaklanjuti rapat melalui teleconference dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, beberapa selain arahan terkait refokusing dan realokasi anggaran berkenaan dengan penanggulangan bencana Covid-19, diharapkan pasca bencana ini nantinya berakhir dan berangsur membaik, agar ekonomi bisa langsung bergerak," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman saat Rapat Virtual bersama Pihak Perbankan se-Babel, Kamis (16/3/2020).

Dijelaskannya, salah satu yang ditekankan Presiden RI waktu itu adalah bagaimana daerah dapat menyerap KUR secara optimal.

Pemprov Babel saat ini telah menjalankan berbagai strategi, agar KUR ini terserap optimal bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan UMKM sebagai penopang di tengah kelesuan perekonomian masyarakat saat ini, salah satunya dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang mempermudah pihak perbankan untuk mengakses dan mengefektifkan kepada masyarakat UMKM yang telah mendapat pembinaan dan pendampingan oleh pemerintah.

"KUR Babel yang sebelumnya berada di posisi terendah nomor lima se-Indonesia untuk menjadi perhatian khusus," jelas Erzaldi. 

"Angka KUR di Babel saat ini yang tersalurkan mencapai Rp 205.995.897 dan Pemprov Babel menargetkan untuk tahun ini diharapkan mencapai 3 hingga lima triliun rupiah," paparnya. 

Pertumbuhan ekonomi masyarakat Babel sebelum pandemi Covid-19 adalah 3,28, tanpa menggerakkan sektor riil akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, terlebih setelah Covid-19 ini. Hal itu terjadi karena pertumbuhan ekonomi daerah ini banyak dipengaruhi oleh ekspor yang 80 persennya dari sektor pertambangan. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong perbankan memberikan layanan di bidang lain seperti UMKM dan pertanian.

"KUR juga diharapkan berlaku bagi sektor pertanian dan perikanan. Beberapa sektor pertanian dan perikanan seperti pertanian jagung dan tambak udang masyarakat yang telah memiliki jaminan beli diharapkan juga dapat menerima manfaat KUR," tandas Erzaldi. 

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Babel, Alfiker Siringoringo, menjelaskan sampai dengan saat ini penyaluran KUR di Babel sebesar Rp 198 miliar dengan jumlah debitur 4.984 dan secara nasional sebesar Rp 43 triliun rupiah dengan debitur 1,2 juta nasabah.

"Sebenarnya dari bulan ke bulan di awal tahun 2020 Babel cukup baik, Blbulan Januari 2020 realisasi Rp 60 miliar, sedang tahun lalu Rp 45 miliar, di bulan Februari dicairkan Rp 87,8 miliar dan tahun lalu Rp 66 miliar. Bulan Maret karena keadaan saat ini disalurkan Rp 50 miliar sedangkan tahun lalu Rp 73 miliar," jelas Alfiker. 

Menurutnya, pihak perbankan sudah bergerak, tetapi perlu akselerasi untuk mengoptimalkan KUR ini.

Sedangkan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia(BI) Babel menyampaikan di tengah-tengah kondisi yang sulit ini UMKM juga terkena dampaknya. Kondisi saat ini berbeda dengan krisis sebelumnya, di mana UMKM bisa menjadi penopang, tetapi saat ini UMKM terkena dampaknya. 

Terobosan yang telah dilakukan oleh Pemprov Babel dikatakannya sudah sangat baik sekali khususnya dengan penerapan program SIKP, Program Pendampingan dan pengembangan SIKP baik pemprov, kabupaten maupun kota ini bisa disesuaikan dengan KUR yang tersedia. (Dwi HP/wb)

Halaman