Lawan Covid-19, Ada 13 Orang Berstatus ODP di Bangka Barat

Chairul Aprizal    •    Jumat, 27 Maret 2020 | 13:56 WIB
Lokal
Rapat Dengar Pendapat di ruang Banmus DPRD Kabupaten Bangka Barat, Kamis (26/03/2020).(rul/wb)
Rapat Dengar Pendapat di ruang Banmus DPRD Kabupaten Bangka Barat, Kamis (26/03/2020).(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Achmad Syaifuddin menyampaikan saat ini di Bangka ada Barat sebanyak dua orang berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), tiga belas orang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) serta 50 orang berstatus ODR (Orang Dalam Risiko) . Hal ini diungkapkan Achmad Syaifuddin saat RDP di ruang Banmus DPRD Kabupaten Bangka Barat, Kamis (26/03/2020).

"Untuk hand sanitizer kita masih tinggal dua puluh artinya kita hanya bisa untuk puskesmas tidak bisa kita untuk dibagikan keluar," ungkap Achmad Syaifuddin.

Achmad mengungkapkan masker saat ini tersedia sangat terbatas jumlahnya hanya sekitar tiga ribuan saja.

"Kita membentuk Tim Internal Covid-19 dan kita melakukan promosi kesehatan di seluruh unit pelayanan puskesmas," jelasnya.

Achmad mengungkapkan banyak instansi dan pihak-pihak saat ini melayangkan permintaan untuk pengecekan suhu tubuh.

Ditambahkan oleh Direktur RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat dr Ratnosoppi, saat ini APD (Alat Pelindung Diri) yang belum dimiliki oleh pihak rumah sakit adalah baju APD khusus seperti astronot untuk penanganan Covid-19.

"Juga kami sampaikan RSUD kita itu belum memiliki gedung isolasi standar, mempunyai standar tekanan negatif dan standar tekanan positif," tukasnya.(rul/wb)

Halaman