Lawan Covid -19, Pasien asal Basel Harus Dimakamkan Sesuai SOP

Dwi H Putra    •    Jumat, 27 Maret 2020 | 15:23 WIB
Lokal
Tim Gugus Tugas Penangnan, Penanggulangan, Pencegahan, Penyebaran Covid-19 saat melakukan konferensi pers terkait meninggalnya salah satu pasien berstatus PDP asal Bangka Selatan.(dwi/wb)
Tim Gugus Tugas Penangnan, Penanggulangan, Pencegahan, Penyebaran Covid-19 saat melakukan konferensi pers terkait meninggalnya salah satu pasien berstatus PDP asal Bangka Selatan.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pasien Dalam Pengwasan (PDP) asal Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kota Pangkalpinang, dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (27/3/2020) pagi sekitar pukul 04.00 WIB belum diketahui jelas hasil pemeriksaan medis, apakah positif atau negatif.

"Terkait hasil swab pertama sudah diambil sore Kamis (26/3/2020), sedangkan swab kedua rencananya akan diambil pukul 07.00 WIB tadi pagi, tapi pasien lebih dulu meninggal," kata Juru Bicara Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel, dr Astrid saat pers conference di Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) Penanganan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Babel, Jumat (27/3/2020).

"Kendati demikian hasil swap pertama tetap dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), dan kami masih menunggu hasilnya, sehingga belum bisa dipastikan positif Covid-19, mudah-mudahan negatif," ujarnya.

Lanjutnya, sejak pasien masuk ke RS Siloam, pihak medis terus memantau kondisi perkembangan kesehatannya.

"Kami menyayangkan pihak daerah setempat, bahwa pasien dengan status PDP sempat dipulangkan dari Pusyandik di Basel, tanpa terlebih dahulu diambil spesimennya," jelas Astrid.

"Sebelum pasien ini ternyata pernah dirawat di Pusyandik Basel, kami belum sempat ke sana, karena dibilang sudah sembuh dan pulang, pas masuk ke Siloam ternyata ini pasien yang sama," sesalnya.

Astrid menegaskan, semua pasien yang sudah berstatus PDP harus diambil sampel, dan ditahan di rumah sakit, jangan sampai diperbolehkan pulang, jika kondisi kesehatan pasien tidak memungkinkan.

Sementara, Kepala RSUD Depati Hamzah, Faudzan, menambahkan karena hasilnya belum diketahui tetapi tanda-tanda menuju Covid-19 dan bersatus PDP, seharusnya tidak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, tidak boleh ada kontak dengan warga lainnya.

"Hanya saja kami nggak tau lagi informasi seperti apa sekarang dengan pasien yang meninggal ini, harusnya dikuburkan tanpa ada kontak lagi dengan keluarga, mudah-mudahan pihak rumah sakit sudah menginformasikan ini kepada keluarga," jelas Fauzan.

Lanjutnya, pasien ini memang rencananya mau dirujuk ke RSUD Depati Hamzah tetapi lebih dahulu meninggal, pasien ini kondisi kesehatan juga sudah kurang baik, dengan riwayat perjalanan pernah keluar daerah, tapi belum bisa dipastikan.

"Ini kemungkinan PDP, tapi belum pasti mengarah Covid-19 atau bukan, masyarakat  jangan menganggap pasien meninggal karena sudah pasti Covid-19, belum tentu," tegasnya.

Halaman