Lawan Covid-19, Pasien PDP Asal Basel yang Meninggal Pernah ke Jakarta

Hendri Dede wow    •    Jumat, 27 Maret 2020 | 14:47 WIB
Lokal
Petugas RS Siloam Pangkalpinang saat memperagakan cara mengenakan APD untuk menangani pasien Covid-19 beberapa waktu lalu.(hen/wb)
Petugas RS Siloam Pangkalpinang saat memperagakan cara mengenakan APD untuk menangani pasien Covid-19 beberapa waktu lalu.(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Seorang warga masuk dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia sempat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Siloam Provinsi Bangka Belitung. Sebelumnya, pasien tersebut juga memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Meninggalnya pasien itu dalam status PDP, dibenarkan oleh Business Development Division Head RS Siloam Pangkalanbaru, Yohan Gusanto, Jumat (27/3/2020).

"Pasien riwayat perjalanan dari Jakarta. Setelah dikaji medis, pasien dinyatakan PDP. Indentitas kami tidak bisa berikan, pastinya warga WNI dan domisili di Bangka," imbuhnya.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Yohan menyebutkan pasien tersebut sempat menjalani perawatan di ruang khusus isolasi. Namun sekitar pukul 04.00 WIB, pasien sudah meninggal dunia.

"Pasien masuk ke UGD Siloam kemarin siang, dan dilakukan isolasi dan pengecekan CT scan paru. Ditemukan paru sudah tidak dalam kondisi baik. Setelah dilakukan perawatan, ternyata sekitar jam empat subuh tadi pasien meninggal dunia,"ungkapnya.

Untuk penanganan jenazah pasien, pihak keluarga diminta agar tidak membuka jenazah di dalam peti dan segera harus dikuburkan sesuai standar penanganan Covid-19.

"Tadi sekitar jam 11 sudah dikemas dalam kantong jenazah dan di masukkan dalam peti dan dibawa oleh pihak keluarga. Sudah diedukasi juga ke keluarga bahwa peti tidak boleh dibuka lagi dan harus segera dikubur atau dikebumikan," kata Yohan.(hen/wb)

Halaman