Warga Meninggal di Pinggir Jalan Murni Kecelakaan Bukan PDP

warga saat akan dievakuasi petugas Basarnas dari pinggir jalan ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.(ist)
warga saat akan dievakuasi petugas Basarnas dari pinggir jalan ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Warga Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikagetkan beredarnya foto atau video pendek terkait petugas Basarnas Babel mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Raya Pulau Pelepas. Terlihat petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap yang biasa digunakan petugas medis untuk mengurus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Positif Covid-19.

Baca Juga: Heboh, Petugas Basarnas Kenakan APD saat Evakuasi Warga dari Pinggir Jalan

Dijelaskan Kepala Kantor Basarnas Babel, Fazzli, terkait hal tersebut, petugas hanya melaksanakan standart operasional prosedur (SOP) penanganan, hal ini untuk menjaga diri petugas dari hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia terdampak pandemi Covid-19.

"Petugas kami hanya menjalankan SOP, untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi dengan kondisi dan situasi di setiap daerah seperti saat ini terdampak pandemi Covid-19," kata Fazzli ketika pers conference di Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) Penanganan Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel, Jumat (27/3/2020).

"Jadi kami tegaskan itu hanya untuk jaga diri petugas saat mengevakuasi korban, kami belum tau asal usul korban dan lainnya," ujarnya.

Lanjut Fazzli, korban kemudian langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (Depati Hamzah) Pangkalpinang, untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

"Jadi apakah korban itu terpapar Covid-19 atau penyebab lainnya kami tidak tahu, hal itu hanya bisa diperiksa dan ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit," jelas Fazzli.

Sementara, Kepala RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Faudzan, menjelaskan korban masuk ke RSUD sekitar pukul 07.30 WIB dengan kondisi DOA atau dead on arrival,  korban dalam keadaan tidak sadarkan diri, nafas tidak ada, denyut nadi tidak berdetak.

“Jadi kami dari RSUD langsung melakukan retusisasi dan melakukan pompa jantung untuk menyadarkan korban, tapi tidak terselamatkan lagi," tukas dr Faudzan.

"Dari sisi kedokteran, jika terjatuh dari motor dan muntah, kemungkinan penyebabnya adalah trauma pada kepala," paparnya.

Menurutnya, guna pemeriksaan lebih lanjut dari sisi medis, korban seharusnya dilakukan otopsi atau visum bersama dengan pihak kepolisian.

Korban berdasarkan hasil pendalaman agnesa korban tidak ada riwayat perjalanan dari luar daerah, korban tidak ada hubungannya dengan masalah Covid-19, baik sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau pun PDP, ini murni kecelakaan biasa.

"BASARNAS sudah menjalankan tugas dengan benar, apapun hal itu dalam hal ini SOP penanganan terkait dampak pandemi Covid-19," tandas dr Faudzan.

"Korban saat ini sudah dibawa pulang ke rumah duka oleh pihak keluarganya," pungkasnya.(dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE