Lawan Covid-19, Sehari Hanya Ada Satu Penerbangan ke Babel

Dwi H Putra    •    Minggu, 29 Maret 2020 | 13:15 WIB
Nasional
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(dwi/wb)
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhirnya membatasi jumlah penerbangan yang beroperasi di Bandara Depati Amir, setelah Gubenur Babel, Erzaldi Rosman bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan maskapai penerbangan melakukan pertemuan.

"Jadi saya sudah konfirmasi untuk menutup itu (bandara) tidak mungkin dilakukan, tapi untuk pengurangan dapat dilakukan," kata Erzaldi ketika meeting conference dengan video call di tempat masing-masing, Minggu (29/3/2020).

Menurut Erzaldi Rosman, kementerian saat ini sedang laksanakan rapat, namun demikian atas tanggung jawab daerah ini selaku gubernur dirinya sangat tahu akan kondisi daerah Babel, dipahami pula kekuatan dan kondisi medis Babel seperti apa, jumlah dokter, alat kesehatan, dan sebagainya dalam waktu dekat ini.

"Jika penumpang tidak dibatasi arus datangnya dikhawatirkan akan terjadi lonjakan penumpang yang luar biasa," ujarnya.

Lonjakan yang dalam waktu dekat diprediksi bukan karena ada kegiatan Cheng Beng saja, tapi terjadi juga karena momen Ruwahan dan acara adat lainnya, untuk itu Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan jika penerbangan tidak dibatasi maka arus kedatangan akan tetap deras.

"Sebanyak apapun pesawat disiapkan itu tetap akan penuh. Jika tujuan Bangka ke Jakarta mungkin tidak terlalu banyak, sehingga karena faktor keterbatasan dan kemampuan daerah dalam penanganan, saya memutuskan untuk satu penerbangan setiap hari," tegas Erzaldi Rosman.

"Andai nanti ada surat dari Kementerian Perhubungan, saya sangat mempersilakan itu untuk diikuti," paparnya.

"Tadi dirjen telah sampaikan, jika untuk menutup (bandara) itu tidak memungkinkan. Saat ini sedang diadakan rapat, Kemenhub akan tetapkan secara nasional bagaimana mengatur penerbangan ini. Jika kondisi di Babel sangat berbeda dengan kondisi daerah lain," terangnya.

"Babel masih di zona biru, daerah lain sudah banyak dalam zona merah, apakah kita mau menunggu masuk zona merah baru akan kurangi penerbangan, sehingga saya tetapkan dalam surat yang saya tanda tangani nanti. Insyallah saya bertangung jawab untuk keselamatan masyarakat Babel," tugas Erzaldi.

Lebih lanjut, Erzaldi Rosman hanya meminta kepada airlines untuk mentaati ketetapan ini dan bersedia mengikuti apa yang telah diputuskan sehubungan dengan kondisi yang sudah luar biasa mengkhawatirkan.

"Kita semua berharap kondisi tidak normal ini tidak berlangsung lama, tapi semakin cepat bertindak terhadap hal ini semakin cepat masalah ini teratasi. Karena kita yakin dengan menahan arus mobilisasi manusia kita berharap mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini cepat terputuskan. Selanjutnya kita dorong masyarakat kita untuk tatap beraktivitas di rumah saja," imbaunya.

Gubernur tidak ingin mata rantai melalui penumpang yang padat membuat lebih sulit dalam pengawasan masyarakat oleh tim kdi provinsi. Hal yang memang dilematis, di satu sisi terdapat banyak minat orang datang ke Babel, satu sisi orang Babel merasa khawatir akan bahayanya.

“Saya selaku gubernur mengambil kebijakan ini dan mohon agar bersama-sama kita laksanakan mulai hari Senin satu pesawat," ungkapnya.

"Jika surat dari Kemenhub RI sudah dinyatakan boleh satu hari satu airline satu pesawat, monggo katanya dikembalikan ke pusat. Tidak apa-apa, saya tetap patuh terhadap pusat, tetapi sampai sekarang pemerintah pusat belum memutuskan, sementara kita sangat mendesak, maka saya mengambil alih keputusan tersebut dengan tetap patuh kepada keputusan pusat nantinya," pungkasnya.(dwi/wb)

Berikut adalah jadwal penerbangan yang telah disepakati, jadwal ini dimulai sejak tanggal 30 Maret 2020:

- 30/03/20 - NAM Air

- 31/03/20 - Lion Air

- 01/04/20 - Sriwijaya Air

- 02/04/20 - Garuda Indonesia

- 03/04/20 - Citilink

- 04/04/20 - NAM Air

- 05/04/20 - Lion Air

- 06/04/20 - Sriwijaya Air.

 



MEDSOS WOWBABEL