Yusril: Bisakah PSBB Menghadapi Virus Corona

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 01 April 2020 | 23:12 WIB
Nasional
Yusril Ihza Mahendra.(ist)
Yusril Ihza Mahendra.(ist)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- Presiden Jokowi melalui Keppres No 11/2020 Tanggal 31 Maret 2020 telah memutuskan adanya Darurat Kesehatan yang berlaku seluruh Indonesia sehubungan dengan merebaknya wabah virus corona atau Covid-19.

Keputusan di atas diambil hampir satu bulan setelah Presiden Jokowi mengumumkan adanya dua pasien Corona pertama di negara kita pada tanggal 2 Maret yang lalu. Dalam sebulan, ketika Darurat Kesehatan diumumkan, jumlah pasien postif Corona telah meningkat drastis dari dua orang menjadi 1.528 orang. Yang meninggal 122 orang dan yang sembuh 75 orang.

Di samping itu ada ribuan orang dalam status pengawasan dan sebagian berstatus sebagai terduga terinfeksi Virus Corona yang sedang menunggu kepastian hasil test laboratorium kesehatan. Jumlah mereka makin hari makin meningkat.

Menurut mantan Menteri Kehakiman RI, Yusril Ihza Mahendra, Pernyataan Darurat Kesehatan tersebut nampak sudah terlambat dan disusuli dengan terbitnya PP No 21/2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal dan hari yang sama.

“PP ini berisi pelaksanaan sebagian isi UU No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, khusus mengenai PSBB saja, tidak mengenai materi yang lain. Dengan PP PSBB ini Pemerintah Daerah, Pemkab, Pemkot dan Pemprov dengan persetujuan Menteri Kesehatan dapat memutuskan daerahnya menerapkan PSBB. Dengan pemberlakuan PSBB itu maka daerah berwenang melakukan pembatasan terhadap pergerakan orang dan barang untuk satu provinsi atau kabupaten/kota tertentu,” ungkap Yusril, Rabu (1/4/2020).



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL