Primalita: Pandemi Corona Bisa Sebabkan Gangguan Mental

Robby_Salim    •    Sabtu, 04 April 2020 | 14:13 WIB
Lokal
Primalita Putri Distina MPsi, psikolog asal Bangka Belitung.(ist)
Primalita Putri Distina MPsi, psikolog asal Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Primalita Putri Distina MPsi, psikolog asal Bangka Belitung mengatakan kondisi pada pandemi corona saat ini tentunya bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang. Timbulnya perasaan cemas, khawatir, hingga stress adalah salah satu dampak bagi kesehatan mental.

Menurutnya hal ini tentunya disebabkan adanya kehawatiran akan tertular penyakit tersebut, atau orang-orang terdekat yang memiliki kemungkinan akan tertular dan juga kondisi ketidakpastian mengenai pandemik corona (kapan status siaga pandemik corona akan selesai--red).

“Apalagi bagi mereka yang harus bekerja di luar di tengah pandemik, terutama para tenaga medis. Kecemasan, ketakutan, hingga stres terhadap pandemik corona juga bisa disebabkan sosial media atau pemberitaan mengenai 'horor'nya pandemik corona ini,” tutur Primalita yang mengajar di Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel, kepada wowbabel, Jumat (3/4/2020) malam.

Berita atau informasi yang cenderung negatif dan mencekam,  tambah Primalita, akan membuat seseorang menjadi lebih cemas, dan lebih takut. Terlebih lagi banyak hoax yang bermunculan juga turut memengaruhi. Selain itu, pola hidup juga berubah, dari yang awalnya aktif bekerja menjadi harus bekerja di rumah.

“Yang biasanya bisa bertemu dengan orang-orang secara bebas, harus membatasi . Pergantian pola hidup ini juga bisa membuat seseorang menjadi bosan dan jenuh,” imbuh Primalita.

Ia menyarankan agar warga istirahat dari membaca berita atau informasi yang menyeramkan mengenai corona. Cek kebenaran dari berita yang disajikan, hoax atau bukan.

“Silakan cari berita atau informasi dari sumber yang terpercaya. Intinya, jika sudah merasa lelah atau makin takut setelah membaca berita tentang corona, segera hentikan. Yang perlu diketahui hanya informasi mengenai apa itu corona, bagaimana agar terhindar dari corona, dan apa saja yang bisa dilakukan jika memang tertular,” sarannya.

Tak hanya itu, kata Primalita, masyarakat juga bisa membuat kebiasaan baru yang lebih positif. Misalnya, lebih teratur berolahraga, tidur yang cukup, makan dengan gizi yang seimbang. Melakukan hobi atau keterampilan yang selama ini sulit dilakukan karena terkendala waktu bekerja atu belajar.

“ Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar tidak merasa tertekan atau ketakutan, diantaranya tetap melakukan kontak sosial dengan orang lain lewat sosial media atu media komunikasi. Beraktifitas bersama keluarga di rumah dengan membuat aktifitas baru bersama orangtua atau anak.  Ikut serta dalam kegiatan sosial seperti penggalangan dana, membantu orang yang membutuhkan. Membaca berita yang positif, menonton film yang lucu, membaca buku atau ovel, serta jangan lupa beribadah dan berdoa,” tukas Primalita.(rob/wb)



MEDSOS WOWBABEL