Selama Merawat PDP, Tenaga Medis Ini Hanya Bisa Lihat Anak dan Istri dari Halaman Rumah

Petunjuk Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Sejiran Setason.(rul/wb)
Petunjuk Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Sejiran Setason.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat memiliki tim khusus untuk menangani para pasien yang suspect Covid19 di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Tim medis ini berperan untuk menangani pasien suspect Corona dan juga ikut dikarantina dan diisolasi selama menjalankan tugasnya untuk merawat ketiga pasien PDP terakhir.

Salah satu perawat berinisial AK dengan seizin Direktur dan Kabag TU/Humas RSUD Sejiran Setason mengungkapkan pengalamannya selama menangani tiga PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang membuatnya tak bisa bertemu keluarga selama 15 hari.

"Selama karantina, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan fasilitas khusus untuk perawat yang berinteraksi langsung dengan pasien yang dicurigai sebagai PDP," tutur AK, Senin (07/04/2020), dalam wawancara eksklusif di RSUD Sejiran Setason.

AK menyebutkan fasilitas sudah memadai yang diberikan yakni rumah dinas selama merawat pasien PDP karena tidak diizinkan pulang ke rumah sampai pasien mendapatkan hasil negatif.

"Karena kalau kita pulang ke rumah yang ditakutkan itu kita membawa bibit penyakit ini ke rumah takutnya bisa menyebar ke keluarga,” ungkap AK.

AK menuturkan sesekali menyempatkan waktu luang mengunjungi anak dan istrinya di rumah namun hanya batas di halaman rumah sejenak saja tanpa berdekatan.

"Salah satu yang dirasa berat ya meninggalkan keluarga, seperti saya sudah mempunyai anak dimana yang kedua itu masih berumur dua tahun. Dia minta gendong, kita gak gendong itulah yang berat. Karena kitapun takut menularkan ke keluarga kan, walaupun kita sayang keluarga kita kangen tapi tetap kita mengedepankan kewaspadaan," ungkap AK.



MEDSOS WOWBABEL