Agar Tak Terlantar, Erzaldi Izinkan Ratusan Mahasiswa Asal Babel Mudik

Gubernur Bangka Belitung, H Erzaldi Rosman.(dok)
Gubernur Bangka Belitung, H Erzaldi Rosman.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengambil kebijakan khusus berkenaaan dengan pembatasan penyeberangan Palembang dan Bangka dan sebaliknya, untuk mencegah masuknya wabah Virus Corona atau Covid-19 di Babel.

 Kebijakan ini diputuskan, mengingatkan kepentingan pihak yang akan melalui pelabuhan penyeberangan ini. Namun kebijakan belum lah seutuhnya diterapkan, dengan masih mengizinkan adanya penyeberangan bagi narapidana yang dibebaskan serta kepulangan mahasiswa Babel melalui Palembang.

"Terkait pembatasan penyebaran, kami izinkan ada beberapa orang yang ingin ke Palembang, mereka adalah narapidana yang bebas ada sekitar 40-an orang yang pulang ke Palembang, dan ada beberapa pekerja tambang," kata Erzaldi ketika rakor bersama bupati/walikota dan DPRD di Kantor Gubernur, Senin (13/4/2020).

Ada sekitar 100 orang mahasiswa dari Jawa yang menggunakan lalu lintas darat berada di Palembang, dan ingin masuk atau pulang ke Bangka  Belitung.

"Mereka ini tidak bisa naik pesawat karena pembatasan penerbangan, sehingga terhambat di Palembang, tetap bisa pulang, namun menerapkan pengawasan yang ketat," ujarnya.

"Ini masyarakat Babel juga, kalau dibiarkan terus, kasihan mereka disana ongkos juga akan habis dan khawatir terlantar, makanya diizinkan mereka pulang, masuk ke Muntok tapi diisolasi selama 14 hari dan akan dilaksanakan pemeriksaan Swab," tandas Erzaldi.

Setelah mereka benar-benar selesai menjalani serangkaian kegiatan dan pemeriksaan, baru dipulangkan ke kediamannya masing-masing.

"Penjelasan dari Kabupaten Bangka Barat, pihaknya memiliki dua kamar isolasi bertekanan negatif di RSUD Sejiran Setason, memiliki 40 kamar untuk ODP, dimana satu kamar bisa diisi tiga orang dan penambahan kamar yang sedang dialihfungsikan," tukasnya.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL