Sitot : Pak Molen Tolong Kami, Bantu Sembako Jadilah

Tim_Wow    •    Selasa, 14 April 2020 | 19:55 WIB
Lokal
Sitot, warga kota Pangkalpinang yang berprofesi sebagai pencari lokal (kerang laut) mengaku penghasilannya terpukul usai kawasan pantai Pasir Padi ditutup. (Dag/wowbabel)
Sitot, warga kota Pangkalpinang yang berprofesi sebagai pencari lokal (kerang laut) mengaku penghasilannya terpukul usai kawasan pantai Pasir Padi ditutup. (Dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Warga yang tinggal di sekitar kawasan wisata Pantai Pasir Padi, kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah kota (Pemkot) kepada mereka ditengah Pandemi Covid-19.

Pasalnya, setelah kawasan wisata Pasir Padi ditutup, penghasilan warga setempat menjadi turut terusik. 

"Belum pernah ada bantuan dari pemerintah, mereka menyuruh kami dirumah saja, tapi penghasilan tidak ada sementara pengeluaran tiap hari. Warung-warung kami di tepi pantai tutup, jadi kami minta keringanan lah kepada Pak Molen (Walikota Pangkalpinang) tolong kami berupa sembako jadi lah," ungkap Sitot, warga sempat, Selasa (14/4/2020).

Warga yang mengaku sebagai besar memiliki warung kecil-kecilan di Pantai Pasir Padi, semakin terpukul setelah restoran di kawasan tersebut turut tutup.

"Kita kan ngelokan (cari kerang) juga, tapi dapat pun saat tidak laku, karena restoran yang biasa beli tutup. Laku pun harga murah, biasanya kita jual Rp25 ribu sekarang Rp15 ribu kalau dijual di pasar," jelas.

Dalam sehari, biasanya para pencari lokan yang didominasi kaum ibu-ibu ini, bisa mengumpulkan dua sampai tiga kilogram lokan perorang setiap harinya.

"Kalau restoran yang ambil Rp25 perkilo, tapi sekarang ini susah jual di pasar juga paling Rp15 perkilo. Di pasar juga sekarang lagi sepi karena lagi masa Pandemi Covid-19 ini," kata Ria, warga lainnya. (Dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL