Perusahaan di Babar Belum Laporkan Pekerja yang Dirumahkan atau di PHK

Kabid Tenaga Kerja DPMPPTSPTKT (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Bangka Barat, Hairullah. (Chairul/wowbabel)
Kabid Tenaga Kerja DPMPPTSPTKT (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Bangka Barat, Hairullah. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel.com - Puluhan perusahaan di Kabupaten Bangka Barat (Babar) disebut membandel dan tak mengindahkan permintaan Pemerintah Daerah untuk menyampaikan data pekerjanya yang dirumahkan dan di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dampak wabah pandemi covid19.

Dari data perusahaan di Provinsi Bangka Belitung hanya Bangka Barat yang kosong datanya. Kabid Tenaga Kerja DPMPPTSPTKT (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Bangka Barat, Hairullah menyebutkan sudah menyurati perusahaan minta data tersebut.

"Untuk terdampak covid19 sampai sekarang Bangka Barat belum ada laporan dari perusahaan baik itu dirumahkan maupun di PHK," kata Hairullah ditemui di kantornya, Rabu (15/04/2020).

Data perusahaan yang merumahkan dan PHK pekerja se-Babel pertanggal 11 April 2020 yaitu, Kota Pangkalpinang yang dirumahkan sebanyak 670 dan di PHK sebanyak 33, Kabupaten Bangka yang dirumahkan sebanyak 287 dan di PHK sebanyak 24,

Kabupaten Bangka Selatan yang dirumahkan sebanyak 14 dan di PHK sebanyak 147, Kabupaten Bangka Tengah yang dirumahkan sebanyak 412 dan di PHK kosong, Kabupaten Bangka Barat yang dirumahkan kosong dan di PHK juga kosong,

Kabupaten Belitung yang dirumahkan sebanyak 992 dan di PHK sebanyak 47, dan Kabupaten Belitung Timur yang dirumahkan sebanyak 13 dan yang di PHK sebanyak 11 dari sumber Disnaker Provinsi Bangka Belitung.

"Sampai sekarang belum ada laporan dari Perusahaan yang melaporkan ada yang dirumahkan maupun di PHK," ujarnya.

Hairullah mengungkapkan telah menyurati sekitar 70  (tujuh puluh) perusahaan yang menjalankan usahanya di Kabupaten Bangka Barat untuk segera melaporkan data pekerja dari perusahaan terdampak covid19.

"Sudah kita sampaikan informasinya dari sini ke perusahaan termasuk hotel, biasanya kan hotel hotel yang banyak imbasnya ini," terang Hairullah.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL