Rapid Tes Reaktif, Warga Pemali Dikarantina ke Gedung Diklat Babel

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka, Boy Yandra.(ist)
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka, Boy Yandra.(ist)
PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka akhirnya mengkarantina MI (31) laki-laki warga Desa Pemali Kecamatan Pemali, ke Wisma Pendidikan dan Latihan (Diklat) milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Tim langsung melakukan pemeriksaan terhadap MI sejak tiba di Bangka pada 18 Maret 2020 dari Gowa, Sulawesi masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP). Kurun waktu berjalan pada 1 April 2020, MI sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka bahwa selesai menjalani isolasi mandiri. "Lalu pada 18 April 2020, tim mendapat perintah dari ahli paru dr Melfiana untuk segera memeriksa MI, bahwa informasi dari dokter ahli paru Indonesia jamaah tablig yang ikut kegiatan di Gowa, banyak yang positif Covid-19," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Minggu (19/4/2020). "Tim kemudian melakukan pemeriksaan Rapid Tes terhadap MI, hasilnya reaktif, ingat ini baru Rapid Tes tharus ada pemeriksaan Swab PCR dulu, untuk memastikannya," ujarnya. Tim mengetahui hasil Rapid Test milik MI reaktif, kemudian langsung mengkarantinanya ke Wisma Diklat BKPSDMD Babel dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), guna menjalani pemeriksaan dan perawatan dari tenaga medis lebih lanjut. "Kami berkoordinasi dengan keluarga dan MI, menyatakan siap dikarantina di wisma," jelas Boy Yandra. "Untuk keluarga sebanyak sembilan orang pun sudah jalani Rapid Test, semuanya non reaktif. Mudah-mudahan hasil Swab PCR ini juga hasilnya negatif," paparnya. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendiskriminasikan keluarga MI, namun masyarakat harus memberikan motivasi kepada keluarga supaya tetap kuat dan bersama-sama bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini. "Jangan di diskriminasikan keluarganya, tapi berikan motivasi, sebab ini bukan aib, namun wabah atau virus yang sedang melanda setiap negara termasuk Indonesia dan Babel," tandas Boy Yandra. "Dan jangan menyebarkan isu atau berita yang tidak benar jika belum ada kejelasannya dari pihak terkait dalam hal ini gugus tugas," pungkasnya.(dwi/wb)


TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL