H alias AN, Cukong Tambang Timah Illegal Siap Disidangkan

Yazid Nurhuda, Direktur Penegakan Hukum Pidana di Kantor Gakkum KLHK.(ist)
Yazid Nurhuda, Direktur Penegakan Hukum Pidana di Kantor Gakkum KLHK.(ist)

JAKARTA, www.wowbabel.com  -- Berkas Penyidikan Gakkum KLHK terhadap cukong tambang timah ilegal di Hutan Produksi Sungai Liat Mapur Bangka, yakni H alias AN (47 tahun) warga Sungailiat Kabupaten Bangka telah lengkap.

Penyidik Gakkum KLHK telah menyerahkan tersangka H alias AN dan barangbukti (P.22) kepada Kejaksaan Agung RI untuk segera disidangkan.  

Ditengah kondisi pandemi Covid- 19 penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan secara online. Penyerahan secara online dihadiri oleh Kepala SatuanTugas SDA Kejaksaan Agung RI di Kantor Kejaksaan Agung Jakarta, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka di Kantor Kejari Bangka dan Pengacara H alias AN di Kantor Pos Gakum KLHK di Bangka.

Sedangkan tersangka Heri berada Rutan Kelas 1 Jakarta Pusat di Salemba. Penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dipimpin langsung oleh Yazid Nurhuda Direktur Penegakan Hukum Pidana di Kantor Gakkum KLHK di Jakarta.

Yazid Nurhuda mengatakan kasus ini tindak lanjut dari Operasi Gabungan  Jaga Bumi yang dilaksanakan Gakkum KLHK Wilayah Sumatera dan Denpom TNI AD serta Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta BPKH Wilayah XII Pangkalpinang. Dalam Operasi tersebut berhasil mengamankan dua unit alat berat dan satu tersangka Heris Sunandar

Heris terbukti melanggar Pasal 89 ayat (1) huruf a jo Pasal 17 ayat (1) huruf b Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sesuai putusan Pengadilan Negeri Sungailiat Nomor 579/Pid/Sus-LH/2018/PN Sgl tanggal 12 Desember 2018. Dalam putusan Majelis Hakim PN Sungai Liat, Terpidana Heris dikenakan hukuman penjara selama 3 (tiga) tahun dan denda sejumlah Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) subsider selama 1 (satu) bulan, putusan ini sudah berkekuatan hukum tetap/ inkracht, serta dua alat berat dirampas oleh negara.

Hasil pengembangan Penyidik KLHK, didapatkan bahwa H alias AN diduga kuat mendanai kegiatan pertambangan timah tanpa izin yang dilakukan oleh Heris. Tersangka H alias AN diduga dengan sengaja mendanai kegiatan penambangan timah ilegal di kawasan hutan produksi.

Pada Kamis (30/1/2020), Tim Gakkum KLHK melakukan penangkapan dan pengamanan H alias AN di Pangkalpinang Provinsi  Bangka Belitung dan dibawa ke Kantor KLHK di Jakarta. Selanjutnya H alias AN ditahan di Rutan Kelas 1 Salemba.

Yazid Nurhuda menegaskan akibat perbuatanya tersebut  H alias AN dijerat dengan Pasal 94 ayat (1) huruf c Jo Pasal 19 huruf d dan/atau Pasal 89 ayat (1) huruf b Jo Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 dan/atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 (lima belas) tahun penjara serta pidana denda paling banyakRp. 100.000.000.000,00 (seratu smiliar rupiah).

“KLHK tidak akan berhenti menindak tegas pelaku kejahatan tambang timah ilegal termasukpemodalnya. Ditengah situasi Covid19 seperti ini kami terus bekerja untuk menindak pelaku kejahatan terhadap lingkungan hidup dan kehutanan. Penindakan terhadap  H alias AN ini harus menjadi pembelajaran bagi pelaku dan pemodal tambang timah illegal termasuk di Bangka Belitung” kata Yazid.

Yazid menambahkan jika Heris pelaku lapangan untuk kasus yang sama dihukum penjara 3 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. Maka pihaknya mengharapkan agar Majelis Hakim PN Sungailiat menghukum H alias AN seberat-beratnya dengan hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 100 miliar. Hukuman yang setimpal agar ada efek jera karena perusakan lingkungan di Bangka saat ini sudah sangat parah.

Ditambahkan Yazid dalam kasus ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya, yakni Danny Siauw (DS) alias Amuk warga Sungailiat Kabupaten Bangka. Ia sudah masuk dalam DPO.

“Kami mengharapkan agar Danny Siauw (DS) alias Amuk untuk segera menyerahkan diri. Kami ingatkan kepada Danny Siauw (DS) Alias Amuk dan pelaku lainnya yang terindikasi terlibat bahwa kami tidak akan berhenti dalam menindak pelaku yang terlibat dalam kasus ini,” tegas Yazid.(rel/wb)



MEDSOS WOWBABEL