Bawa Penumpang Melalui Pelabuhan Tikus, Dua Pemilik Speedboat Ditahan

Kapolres Bangka Barat, AKBP DR M Adenan menggelar konferensi pers dalam kasus penahanan dua pemilik speedboat yang mengangkut penumpang ke Bangka Barat melalui pelabuhan tikus.(rul/wb)
Kapolres Bangka Barat, AKBP DR M Adenan menggelar konferensi pers dalam kasus penahanan dua pemilik speedboat yang mengangkut penumpang ke Bangka Barat melalui pelabuhan tikus.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Polres Bangka Barat menggelar konferensi pers terkait penangkapan dua orang pelaku pengangkut penumpang ke Bangka Barat melalui pelabuhan tikus, Selasa (28/04/2020), di Mako Sat Polair Polres Bangka Barat.

Keduanya masing-masing Darmawan (57) dan Jon Jeni (46), warga Sungsang, Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolres Bangka Barat AKBP DR Muhammad Adenan menyampaikan kedua pelaku ditangkap oleh Sat Polair saat patroli di wilayah perairan Karang Aji yang saat itu hendak berlabuh di Pelabuhan Nelayan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

"Sat Polair kita yang patroli bersama dengan TNI AL ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden bahwa pelarangan mudik terkait dengan situasi Corona sehingga tidak ada arus mudik," jelas Adenan.

Adenan menjelaskan untuk pelabuhan resmi Tanjungkalian Muntok hanya boleh mengangkut logistik dan penumpang urgen saja.

"Ternyata ini ditemukan dua kapal ini satu unit kapal speed dengan mesin 40 PK dengan merek Hariyadi dan satu lagi Putra Asbara ini membawa penumpang," tutur Kapolres.

Adenan menjelaskan kedua kapal speed itu membawa penumpang dari daerah Sungsang Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

"Yang satu kapal membawa enam penumpang, yang satunya lagi empat penumpang, disini ada transaksi pembayaran sewanya satu juta setengah," ungkap Adenan.

Adenan tidak segan-segan menindak semua pengangkut jasa speed yang membawa penumpang ke Bangka Barat melalui jalur tikus.

"Ini kedua kapal hanya berbeda waktu satu jam merapatnya, kita yang bawa ke sini hari Minggu jam sepuluh tiga puluh beda satu jam aja yang satunya agak siang lagi,” katanya.

Adenan mengatakan akan kordinasi dengan KSOP untuk penindakan terkait dengan izin pelayarannya.

"Karena kan bawa penumpang ini harus ada izin usahanya, iya ada pidana tapi ringan, intinya supaya ini jangan  terulang lagi,” tukas Adenan.

Adenan menyebutkan memang sebelumnya yang sempat kecolongan karena pengangkut speedboatnya keburu balik sehingga tidak sempat diamankan.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL