Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Bangka Jadi Dua Orang

Juru Bicara GTPPC-19 Bangka, Boy Yandra.(dok)
Juru Bicara GTPPC-19 Bangka, Boy Yandra.(dok)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Kabupaten Bangka, menyatakan ada penambahan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini diketahui setelah hasil pemeriksaan sampel Swab PCR yang dikeluarkan Balai Kesehatan Palembang, terhadap pasien di Bangka.

"Kami informasikan ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangka, atas nama MIK (41) warga Kecamatan Merawang, dengan nomor Rapid Test 236," kata Juru Bicara GTPPC-19 Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Jumat (1/5/2020).

"MIK ini merupakan warga yang pulang dari Gowa, Sulawesi beberapa waktu lalu bersama pasien MI (45) warga Pemali," ujarnya.

MIK dan MI berangkat berangkat ke Gowa pada 17 Maret 2020 dan tiba pada 20 Maret 2020, kemudian keduanya pulang ke Bangka pada 21 Maret 2020, keduanya masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Kurun waktu berjalan pada 1 April 2020, MI dan MIK sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka bahwa selesai menjalani isolasi mandiri. Lalu pada 18 April 2020, tim mendapat perintah dari ahli paru dr Melfiana untuk segera memeriksa MI, bahwa informasi dari dokter ahli paru Indonesia jamaah tablig yang ikut kegiatan di Gowa, banyak yang positif Covid-19.

Tim kemudian melakukan pemeriksaan Rapid Test terhadap MI dan MIK, hasilnya reaktif, dan kemudian langsung mengkarantinanya ke Wisma Diklat BKPSDMD Babel dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), guna menjalani pemeriksaan dan perawatan dari tenaga medis lebih lanjut.

"Setelah dilakukan tes Swab PCR sebanyak dua kali pada 20 dan 21 April 2020, hasil Swab PCR tanggal 20 diterima tanggal 26 April 2020 hasilnya negatif, lalu Swab PCR tanggal 21 yang diterima hari ini menyatakan hasilnya positif," jelas Boy Yandra.

"Kami juga sudah mengambil sampel Swab PCR terhadap istri dan anaknya, sampel pertama tanggal 21 April 2020 hasilnya negatif, sedangkan sampel kedua tanggal 22 April 2020 belum keluar hasilnya, saat ini pasien diisolasi di Gedung Diklat BKPSDMD Babel untuk mendapat perawatan dan penanganan medis," pungkasnya. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL