Era Covid-19 Memunculkan Monster Pendidikan di Rumah

Eqi Fitri Marehan.(ist)
Eqi Fitri Marehan.(ist)

Oleh : Eqi Fitri Marehan (Mahasiswa Stisipol Pahlawan 12 Sungailiat Bangka)

 

Saat ini dunia digemparkan dengan kasus virus  ganas dan mematikan yang dikenal dengan Virus Corona atau Covid-19, tidak terelakkan pula ini sudah mewabah ke Indonesia. Kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah memakan banyak korban dan ini memungkinkan masih terus bertambah. Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi anjuran pemerintah demi keselamatan bersama serta melakukan berbagai upaya pencegahan agar terhindar dari virus yang ganas ini.

Berkembangnya Virus Corona ini ternyata tidak hanya berdampak di bidang kesehatan saja namun juga pada sektor lainnya termasuk ekonomi, pendidikan dan lainnya. Pada sektor pendidikan adanya virus Corona ini pemerintah mengeluarkan aturan bahwa proses pendidikan dan pembelajaran pada setiap tingkat satuan pendidikan dilakukan di rumah dengan pendampingan orang tua.

Pendampingan pembelajaran yang dilakukan di rumah menuntut orang tua terlebih seorang ibu untuk memaksimalkan perannya dalam menerapkan berbagai jenis dan model pola asuh yang paling tepat untuk mendampingi putra-putrinya di rumah terutama jika mereka masih berusia pra-sekolah ( 3-6 tahun, TK /PAUD) dan tingkat sekolah dasar (7- 12 tahun), karena pada usia-usia ini anak masih bersifat unik dan egosentris, ingin menang sendiri, anak bersifat aktif dan energik, anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak, agak susah di atur, tapi masa ini merupakan masa belajar yang paling potensial.

Oleh karenanya orang tua seyogyanya pandai-pandai betul mengenali karakter putra-putrinya sehingga pendampingan proses pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan di rumah benar-benar tepat sasaran, artinya proses pendidikan dan  pembelajaran yang dilakukan berlangsung secara psikologis (sesuai kebutuhan dan karakter anak).

Di masyarakat luas tidak jarang ditemukan orang tua dalam melakukan pendampingan pola asuh pada putra-putrinya masih dilakukan dengan cara keras, membentak, memaksa dan bahkan sampai memukul jika anaknya tidak mau menuruti kemauan orang tuanya dalam hal belajar  hingga anaknya menangis. Jika tekanan-tekanan yang demikian ini setiap hari dilakukan orang tua walaupun tujuannya baik yakni supaya anaknya pintar tapi dengan pendekatan yang kurang tepat, sama halnya setiap hari yang disaksikan anak adalah seperti monster –monster pendidikan yang selalu menakutkan.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL