Penumpang Pesawat Tujuan Babel Wajib Miliki Surat Bebas Covid-19

Dwi H Putra    •    Minggu, 03 Mei 2020 | 10:37 WIB
Lokal
Kepala Dishub Bangka Belitung, KA Tajuddin.(dwi/wb)
Kepala Dishub Bangka Belitung, KA Tajuddin.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini belum mendapat konfirmasi, dari pihak maskapai yang bakal menerbangi langit Babel.

Apakah sudah ada yang mendapatkan izin khusus dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara, untuk mengangkut penumpang pada tanggal 3 April 2020.

"Ketentuan dalam PM No 25 tahun 2020 memang ada pengecualian maskapai dapat mengangkut penumpang, tetapi harus dengan izin dari Dirjen Perhubungan Udara," kata Kepala Dishub Babel, Tajuddin melalui pesan singkat di Pangkalpinang, Sabtu (2/5/2020).

"Penumpang yang bisa diangkut juga terbatas, hanya untuk kepentingan kedinasan baik pegawai pemerintahan maupun swasta dengan kewajiban memiliki surat tugas dari atasannya," ujarnya.

Selain itu penumpang juga harus memiliki surat keterangan bebas dari Covid-19 dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang kredibel atau dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP), dimana penumpang tersebut berdomisili.

"Surat keterangan bebas Covid-19 tersebut harus berdasarkan rapid test, jadi bukan surat keterangan yang biasa. Dan itu berlaku bukan hanya untuk penumpang pesawat udara yang datang ke Babel, tetapi juga penumpang yang akan berangkat dari Babel," jelas Tajuddin.

"Perlu juga dimaklumi untuk pemberlakuan pembatasan penerbangan di daerah, gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel, berwenang juga mengatur hal-hal yang dipandang perlu untuk percepatan pencegahan Covid-19, seperti pembatasan penerbangan," paparnya.

Terkait pembatasan penerbangan, dengan demikian jika sudah ada maskapai yang mendapatkan izin khusus dari Dirjen Perhubungan udara untuk mengangkut penumpang khusus ke Babel, maka arahan gubernur harus tetap diatur secara bergiliran antar maskapai satu hari satu kali penerbangan.

"Namun sampai dengan saat ini kami belum mendapat konfirmasi dari maskapai di Pangkalpinang atau pun Tanjungpandan yang memanfaatkan pengecualian itu," pungkas Tajuddin. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE