Dua Pemilik Tambang Timah Liar di Desa Tepus Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polres Basel, AKP Daniel Albert Tampubolon.(dok)
Kasat Reskrim Polres Basel, AKP Daniel Albert Tampubolon.(dok)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangka Selatan (Basel) menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penambangan timah liar di kawasan hutan Dusun Kelidang, Desa Tepus, Kecamatan Airgegas.

Kedua tersangka tersebut diduga pemilik tambang, yakni inisial SU, warga Koba Bangka Tengah dan BD, warga Kota Pangkalpinang.

"Dua orang ditetapkan tersangka inisial SU dan BD, keduanya selaku koordinator atau pemilik tambang," ujar Kasat Reskrim Polres Basel, AKP Daniel Albert Tampubolon seizin Kapolres Basel, AKBP S Ferdinand Suwarji, Kamis (7/5/2020).

Ia mengatakan, kedua tersangka disangkakan Pasal 158 UU Minerba yang menyatakan,“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) Tahun.

"Dan denda paling banyak Rp10 miliar," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Basel melakukan giat penertiban tambang timah yang merambah kawasan hutan di Dusun Kelidang Desa Tepus. Dalam pemeriksaan, pemilik tambang tidak dapat menunjukkan administrasi perizinan kegiatan pertambangan timah.

Sedikitnya ada sembilan orang dilakukan pemeriksaan. Dan polisi mengamankan dua unit alat berat jenis excavator dari lokasi tambang. Alat berat tersebut disewa pemilik tambang untuk menggarap lahan dan dijadikan barang bukti.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL