KNPI Babel Dorong Gubernur Tingkatkan Stimulus Pertambangan

Pengurus DPD KNPI Provinsi Babel saat bertemu Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.(ist)
Pengurus DPD KNPI Provinsi Babel saat bertemu Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- DPD KNPI Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendesak Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, untuk mengambil langkah-langkah konkrit, serta kebijakan khususnya di sektor pertambangan untuk meningkatkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Ketua DPD KNPI Provinsi Babel, Muhammad Irham, pihakya sudah bertemu dengan gubernur untuk menyampaikan saran dan masukan ini, dan hal ini sangat didasari, bahwa timah masih menjadi komoditas unggulan dan sektor utama dalam mendongkrak ekonomi masyarakat.

"Apa lagi kalau kita terlebih mencermati pula kondisi perekonomian di Babel dengan data laju pertumbuhan ekonomi hanya 1,35% (yoy) pada triwulan pertama tahun 2020, serta pertumbuhan sektor pertambangan sebesar -7,91 pada kuartal pertama tahun 2020," ungkap Muhammad Irham, Jumat (8/5/2020).

Selain itu dijelakannya,hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini komoditas timah di Provinsi Babel masih menjadi penyumbang dan penyokong utama perekonomian Babel, serta komoditas pertanian dan komoditas lainnya.

"Saat ini perusahaan-perusahaan tambang atau eksportir komoditas timah terhenti beroperasi, karena tidak dapat memenuhi persyaratan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) pada Peraturan Menteri ESDM,"ungkap Irham.

Irham juga meminta gubernur supaya segera mengambil langkah sesuai kewenangannya sekaligus menyuarakan kepada pemerintah pusat, agar dapat segera memberikan stimulus ekonomi berupa relaksasi atau pelonggaran Peraturan Menteri ESDM terkait persyaratan RKAB.

"Jadi kita berharap dengan kembali beroperasinya perusahaan-perusahaan pertambangan timah tersebut, kita harapkan akan terbukanya lapangan kerja serta laju pertumbuhan ekonomi yang menjadi lebih baik," tutur Irham.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, sangat mengapresiasi dorongan yang disampaikan KNPI Babel, dan dalam menyikapi kondisi perekonomian saat ini, pihaknya mengakui perekonomian Babel turun drastis.

"Belum ditambah adanya bencana non alam pandemi Covid-19," imbuh Erzaldi.

Lebih lanjut Erzaldi mengatakan pihaknya akan mempelajari masukan dari KNPI karena ada kewenagan pemerintah pusat.

"Jadi kita akan koordinasikan ke pusat, namun hal ini perlu juga disampaikan ke DPRD, agar ada kebersamaan kita untuk mendorong ke pusat," tukas Erzaldi.(rel/fn)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL