Gegara Penebangan Pohon, Molen Mengaku Tiba-tiba diserang Haters, Buzzer dan Preman

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil memperlihatkan foto pohon yang ditebang pihak PLN UP3 Babel. (Ist)
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil memperlihatkan foto pohon yang ditebang pihak PLN UP3 Babel. (Ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen mengaku, dirinya baru-baru ini secara tidak langsung diserang oleh buzzer maupun haters. Menurunnya, sejak protes dilayangkan terhadap penebangan pohon yang dilakukan oleh PLN UP3 Babel di Pangkalpinang, haters maupun buzzer tiba-tiba menyerang akun media sosialnya.

"Wilayah Pangkapinang itu adalah kami. Perda nya Perda kami. Kok bisa jadi seheboh ini sih, saya yang diserang pak oleh buzzer haters, yang selama ini enggak pernah," ujarnya saat rapat bersama pihak PLN UP3 Babel, Senin (11/5/2020).

"Jadi gara-gara penebangan ini (medsos) saya diserang habis-habisan. Siapa orang-orang ini, orang-orang baru pak. Bahkan izin tidak bisa saya sampaikan secara vulgar, ada orang membela saya ditelpon preman. Ini ada apa sebenarnya sih?," tanya Molen.

Ia pun merasa heran, lantaran persoalan penebangan pohon itu dirinya tiba-tiba bisa diserang habis-habisan oleh haters maupun buzzer.

"Kok, gara-gara pohon ini melibatkan preman lah, haters lah. Saya akhirnya berpikiran ada udang di balik batu ini," kata Molen.

Molen mengatakan memaklumi mengenai pihak PLN melakukan tugasnya. Namun pemangkasan pohon harus dilakukan sesuai dengan estetika tidak dipangkas secara gundul hingga pangkalnya.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL