Ini Penyebabnya Penyidikan Kasus Korupsi PT BPRS Cabang Muntok Memakan Waktu Hampir Dua Tahun

Kasi Pidsus Kejari Bangka Barat Dr Agung Dhedi Dwi Handes SH MH dan Kasi Intel Kejari Bangka Barat, Mario Nicolas SH dalam konferensi pers, Senin (11/5/2020).(rul/wb)
Kasi Pidsus Kejari Bangka Barat Dr Agung Dhedi Dwi Handes SH MH dan Kasi Intel Kejari Bangka Barat, Mario Nicolas SH dalam konferensi pers, Senin (11/5/2020).(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Barat, Dr Agung Dhedi Dwi Handes mengungkapkan penyebab lamanya penyidikan terhadap dua kasus tipikor  yang menjerat mantan pimpinan PT BPRS Cabang Muntok, sehingga hampir berjalan dua tahun.

Agung dalam jumpa pers di Gedung Pertemuan Kejari Bangka Barat, Senin (11/05/2020), menyebutkan awal proses penyidikan itu dimulai sekitar bulan November tahun 2018.

Baca Juga: Tersangka Kasus Korupsi PT BPRS Cabang Muntok Tiga Kali Ganti Mobil Mewah

"Perkara ini menjadi agak tersendat yang pertama karena banyaknya saksi dari nasabah itu yang harus kami temukan terlebih dahulu. Jadi dari 46 nasabah fiktif tadi yang bisa terkonfirmasi, bisa kita temukan keberadaan dari yang bersangkutan kurang lebih separuhnya," tutur Agung.

Lebih lanjut dijelaskan Agung, sebagian dari 46 nasabah tersebut dalam dokumen fiktif itu tidak dapat ditemukan karena dimanipulasi.

"Antara nama alamat KK dan identitas lainnya itu rekayasa bahkan nomor KTP sama nomor KK nya saja sampai berbeda-beda," imbuh Agung.

Dikatakan Agung setelah ditelusuri akhirnya  baru bisa dipastikan separuh dari pembiayaan itu memang betul-betul fiktif.

"Inilah yang kami betul-betul kesulitan mencari, karena pada saat tim kami turun ke lapangan tidak ditemukan,” kata Agung.

Agung menyebutkan hal ini adalah Salah satu modus dari tindak pidana yang dilakukan di PT BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) Babel Cabang Muntok.

“Diaudit BPKP prosesnya memakan wakru yang lama hampir enam bulan,  karena BPKP untuk mematangkan dokumen satu persatu,” kata  Agung.

Karena menurutnya untuk menghitung audit kerugian keuangan negara tentunya dilihat dokumennya, seperti siapa yang mengajukan, bagaimana kelengkapan identitasnya, bagaimana jaminannya, dan bagaimana usahanya sehingga memerlukan proses yang cukup lama dari auditor.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL