Gelar Tujuh Likur, Warga Belilik Hiasi Desa dengan Lampu Minyak

Tradisi budaya Nujuh Likur atau yang lebih dikenal Tujuh likur, kembali digelar di Desa Belilik Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (14/5/2020) malam.(fn/wb)
Tradisi budaya Nujuh Likur atau yang lebih dikenal Tujuh likur, kembali digelar di Desa Belilik Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (14/5/2020) malam.(fn/wb)

NAMANG,www.wowbabel.com -- Tradisi budaya Nujuh Likur atau yang lebih dikenal Tujuh likur, kembali digelar di Desa Belilik Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (14/5/2020) malam.

Acara menyambut malam tujuh likur, yang biasa dilakukan mulai malam ke-21 bulan Ramadan sampai dengan hari ke-27 malam ini biasanya rutin digelar warga Desa Belilik, setiap Bulan Ramadan.

Ketua Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Desa Belilik, Marjuni mengungkapkan, tradisi budaya nujuh likur ini biasanya selalu dilakukan di desanya setiap Bulan Ramadan, dengan memasang lampu minyak di halaman rumah.

"Tujuannya adalah untuk melestarikan warisan leluhur kita, yakni tanjuk likur yang dulunya sebagai kebahagian masyarakat akan menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri," tutur Marjuni, Kamis (14/5/2020).

Marjuni menjelaskan, Nujuh Likur ini biasanya dilakukan dengan cara menghitung tiap lampu, dan setiap malam dari satu likur sampai ke tujuh likur.

"Persiapannya sekitar satu bulan, dan dua minggu kita mencari bahan-bahan keperluan seperti mencari botol-botol, dari tempat pembuangan akhir atau tempat sampah-sampah yang sudah dibuang," tutur Marjuni.

Ia menambahkan, kemudian untuk jumlah kayunya yang digunakan untuk menggantung lampu-lampu itu, sebanyak 600 batang, yang diambil oleh anggota Irmas Masjid Darussalam Desa Belilik.

"Jumlah lampu likur yang kita gunakan ada 1.000 botol, dan kita buat dari kaleng-kaleng bekas, dan menggunakan sumbu kompor, serta menggunakan minyak solar, dan untuk solarnya dua malam dibutuhkan 125 liter solar, setelah itu kita pasang di setiap halaman rumah warga Desa Belilik," jelas Marjuni.

Tidak hanya itu Majurni juga mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil rapat bersama seluruh anggota Irmas Desa Belilik, tanggal 20 Maret 2020 lalu.

"Dana yang kita gunakan untuk pembuatan lampu-lampu ini, dari sumbangan, baik dari warga Belilik sendiri, camat, Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, dan alhamdulillah respon masyaratat pun sangat antusias dan menyambut baik," tukas Marjuni.(fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL