Dampak Covid-19, Anggaran Hanya Mampu Bangun Satu Proyek Jalan

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Idwan Fikri .(ist)
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Idwan Fikri .(ist)

MANGGAR, www.wowbabel.com -- Pembangunan fisik di Kabupaten Belitung Timur dipastikan akan jauh berkurang akibat pendemi Covid-19. Proyek jalan yang sebelumnya direncanakan berjumlah 12 paket berkurang drastis, menjadi hanya satu paket.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Idwan Fikri mengatakan seluruh Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler Tahun 2020 untuk pembangunan jalan di Kabupaten Beltim tidak bersisa. Adanya refocusing atau relokasi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah membuat proyek pembangunan dan peningkatan jalan di Kabupaten Beltim dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Habis selesai semua, dananya semua ditarik ke pusat. Jadi tidak dilaksanakan sama sekali DAKnya,” kata Idwan di ruang kerjanya, Kamis (14/5/20).

Idwan menyebutkan sebelumnya anggaran DAK Reguler yang dikucurkan bagi Kabupaten Beltim berjumlah Rp 24.315.917.000. DAK tersebut akan digunakan untuk tiga paket pembangunan jalan di Kecamatan Simpang Pesak sepanjang 8,9 kilometer, Nyuruk – Tungkup 1,5 kilometer, dan Gusung Cina Gantung 3,7 kilometer.   

“Kalau awalnya DAK sama yang APBD lebih kurang ada 12 paket peningkatan dan pembangunan jalan. Setelah direfocussing ini tinggal sisa satu paket,” ujar Idwan.

Satu-satunya paket yang yang masih tersisa adalah paket pemeliharaan berkala jalan di Kecamatan Manggar. Paket senilai Rp 5.982.500.000 tersebut diperuntukkan bagi overlay atau penambahan ketebalan aspal jalan di seputar Pasar Lipat Kajang, Pantai Serdang, dan Numpang Miskin Kurnia Jaya.

“Itu yang sisanya dari APBD kita. Gak tahu kalau nanti pas ABT (APBD Perubahan-red), namun dipastikan tidak ada pembangunan jalan hanya overlay saja,” ungkap Idwan.

Selain paket pemeliharaan jalan berkala, Idwan menambahkan APBD Kabupaten Beltim juga masih menyisakan pemeliharaan jalan rutin senilai Rp 2.717.325.000. Sehingga total anggaran yang diperuntukkan untuk pemeliharaan jalan mencapai Rp 8.699.825.000.       

“Nah yang paket pemeliharaan rutin ini lah untuk melindungi pengusaha lokal kita, biar mereka mampu terus ‘hidup’. Makanya kita bertahan, anggaran ini harus tetap ada agar perekonomian kita berputar,” ujarnya. @2!   

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL